APAKAH ANDA?........

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apakah Anda merasa kesulitan dalam membuat Skripsi, Tesis, Disertasi, PTK, atau Karya Tulis Ilmiah. Sudah berapa banyak biaya dan waktu yang dikeluarkan?
Qasada Research Solution, menawarkan cara agar lebih mudah, lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Bagi Anda yang akan melakukan penelitian sendiri, kami menawarkan referensi jurnal ilmiah. Dengan modal Rp. 100.000,- Anda dapat memesan 10 referensi yang dikehendaki; suatu jumlah referensi yang memadai dalam suatu penelitian. Bagi Anda yang tidak sempat mengerjakan sendiri, kami siap membantunya khusus untuk penelitian bidang pendidikan, manajemen, dan kebijakan serta KTI Kebidanan.

Wassalam
matsahudi@yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tampilkan postingan dengan label SIKAP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIKAP. Tampilkan semua postingan

HUBUNGAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DENGAN PERSEPSI, SIKAP DAN MINAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP. INA05Y

Kata kunci : Pengetahuan, Persepsi, Sikap, Minat, Pengelolaan lingkungan hidup
Key words: Knowledge, Perceptions, Attitudes, Interests, Environmental management

Penelitian hubungan pengetahuan lingkungan dengan persepsi, sikap dan minat terhadap pengelolaan Lingkungan Hidup (LH) pada guru Sekolah Dasar di kota Pekanbaru dilakukan pada bulan Februari-Mei 2006. Secara acak, sampel diambil dari 30 orang guru SD yang bertugas di 7 kecamatan di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan metoda survey, data dikumpulkan melalui tes dan angket (mencakup instrumen persepsi, sikap dan minat terhadap pengelolaan lingkungan). Instrumen yang digunakan terlebih dahulu telah melalui uji validitas dan releabilitas. Analisis data karakter (3 preditor) menggunakan regresi ganda dan uji-F. Hasil penelitian melalui uji-t, diperoleh t = 4,83 pada tingkat signifikansi p<0,05. Ini menunjukkan ada perbedaan signifikan skor pengetahuan lingkungan guru antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan pengetahuan LH. Adanya peningkatan pengetahuan LH guru berhubungan positif dengan sikap (0,48) dan minat (16,70) terhadap pengelolaan LH, dengan koefisien determinasi R2 = 0,64 pada taraf signifikansi 0,05, yaitu 64% variasi sikap dan minat guru terhadap pengelolaan LH berhubungan dengan skor pengetahuan LH guru melalui pendidikan formal dengan regresi Y = 22,89 + 0,07X1 + 0,15X2 + 0,08X3. Sebaliknya, pengetahuan LH guru tidak berhubungan positif dengan persepsi guru terhadap pengelolaan LH, dengan sumbangan efektif –0,03.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN SIKAP KONSTRUKTIF TERHADAP PEMBELAJARAN WAKTU, JARAK, DAN KECEPATAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD : INA 765


Selama ini guru hanya menggunakan model pembelajaran konvensional, sehingga dalam proses pembelajaran siswa kurang dilibatkan. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh manakah peningkatan hasil belajar dan sikap konstruktif siswa terhadap pembelajaran waktu, jarak dan kecepatan. Variabel yang diselidiki adalah hasil belajar dan sikap konstruktif siswa terhadap pembelajaran waktu, jarak dan kecepatan. Untuk mengukur keberhasilan hasil belajar digunakan lembar tes, sedangkan untuk mengukur keberhasilan sikap konstruktif digunakan angket sikap konstruktif siswa terhadap pelajaran matematika dan lembar komunikasi dan kerjasama siswa. Tolok ukur keberhasilan penelitian ini dilihat dari adanya peningkatan hasil belajar dan sikap konstruktif terhadap pelajaran matematika. Model pembelajaran STAD dilaksanakan dengan tahapan: (1) guru menyampaikan apersepsi pembelajaran. (2) Guru menyampaikan materi. (3) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok. (4) guru membagikan lembar Diskusi Siswa(LDS). (5) Siswa diberi kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. (6) Guru membimbing secara proporsional kepada kelompok atau individu yang mengalami kesulitan. (7) Salah satu siswa sebagai wakil kelompoknya maju untuk mempresentasikan hasil kelompoknya. (8) Guru memandu jalannya diskusi. (9) Guru memberi kesempatan kepada siswa lain untuk bertanya dan member tanggapan atas pertanyaan yang diajukan. (10) Siswa dengan bimbingan guru mengambil simpulan materi . (11) Siswa diberi evaluasi individu.
Dari hasil penelitian diperoleh informasi sebagai berikut. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 60,9 (51,1 %) dengan nilai minimal 25 dan maksimal 100 dengan simpangan baku sebesar 22,2. Pada siklus II adalah 70,3 (70,2 %) dengan nilai minimal 35 dan maksimal 100 dengan simpangan baku sebesar 18,5. Pada siklus III adalah 85,8 (87,2 %) dengan nilai minimal 48 dan maksimal 100 dengan simpangan baku sebesar 15,9. Skor angket sikap konstruktif pada siklus I adalah 55,2 dan siklus III 60,43 (skor 0 – 80).
Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif STAD(Student Team Achievement Division) menjadikan hasil belajar dan sikap konstruktif siswa terhadap pelajaran matematika meningkat. 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons