APAKAH ANDA?........

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apakah Anda merasa kesulitan dalam membuat Skripsi, Tesis, Disertasi, PTK, atau Karya Tulis Ilmiah. Sudah berapa banyak biaya dan waktu yang dikeluarkan?
Qasada Research Solution, menawarkan cara agar lebih mudah, lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Bagi Anda yang akan melakukan penelitian sendiri, kami menawarkan referensi jurnal ilmiah. Dengan modal Rp. 100.000,- Anda dapat memesan 10 referensi yang dikehendaki; suatu jumlah referensi yang memadai dalam suatu penelitian. Bagi Anda yang tidak sempat mengerjakan sendiri, kami siap membantunya khusus untuk penelitian bidang pendidikan, manajemen, dan kebijakan serta KTI Kebidanan.

Wassalam
matsahudi@yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tampilkan postingan dengan label PEMBELAJARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMBELAJARAN. Tampilkan semua postingan

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN. INA773A

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar mahasiswa antara yang mengikuti model pembelajaran kooperatif dan model pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal tinggi dan mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal rendah, dan (3) menganalisis pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan pengetahuan awal terhadap hasil belajar mata kuliah sistem akuntansi.
Penelitian dilakukan melalui metode eksperimen menggunakan pengukuran dua faktor dengan versi faktorial nonequivalent pretest-postest control group design. Penelitian ini melibatkan beberapa variabel, yaitu: hasil belajar, model pembelajaran, dan pengetahuan awal. .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem akuntansi antara mahasiswa yang belajar dengan model kooperatif dan konvensional. Hasil belajar kelompok mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem akuntansi antara mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal tinggi dan rendah. Hasil belajar kelompok mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal tinggi, lebih tinggi dari kelompok mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal rendah. (3) Tidak terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dan pengetahuan awal terhadap hasil belajar sistem akuntansi.

PENGGUNAAN SUPLEMEN BAHAN AJAR BIOLOGI BERORIENTASI SIKLUS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP, PENALARAN, DAN KETERAMPILAN INKUIRI SISWA SMP. INA772A

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan suplemen bahan ajar (SBA) Biologi berorientasi siklus belajar terhadap penguasaan konsep, penalaran, dan keterampilan inkuiri siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan Non-equivalent Control Group Design yang melibatkan 2 kelas dengan jumlah siswa 74 orang. Data tentang penguasaan konsep diases menggunakan tes objektif diperluas, sedangkan data penalaran siswa dan keterampilan inkuiri diases dengan tes uraian, tes kinerja dan portofolio. Data respon siswa terhadap pembelajaran diases dengan kuesioner. Untuk menguji signifikansi perbedaan pengaruh penggunaan SBA Biologi berorientasi siklus belajar dengan  tanpa SBA (konvensional) digunakan analisis kovarian multivariat (Mancova). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p=0,013) antara penggunaan SBA Biologi berorientasi siklus belajar dengan pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep, penalaran, dan keterampilan inkuiri siswa SMP 

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) . INA771A

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran pecahan yang valid, praktis, dan efektif dengan  menggunakan PMR,  dan (2) menentukan alternatif langkah-langkah pembelajaran pecahan dengan PMR yang didasarkan pada aspek budaya lokal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan tipe prototypical studies yang dilaksanakan pada siswa SD. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, observasi, tes, dokumentasi, angket, dan wawancara. Kemudian, data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Temuan penelitian ini adalah, (1) hasil pengembangan perangkat pembelajaran pecahan yang menggunakan pendekatan PMR berupa buku siswa dan buku petunjuk guru memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, dan (2) aspek budaya lokal seperti rasa malu, takut salah, takut dikatakan ngae ngaon/ ngae aeng (unjuk muka) menghambat keterlaksanaan karakteristik PMR.  Alternatif langkah-langkah pembelajaran menggunakan PMR yang dapat mengakomodasi aspek budaya lokal tersebut adalah terdiri atas 4 langkah yaitu:  pengenalan,  eksplorasi,  pengembangan, dan  peringkasan.

JARINGAN SEMANTIK UNTUK MEMFASILITASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN KOMPUTER . INA770A

Jaringan semantik didefinisikan sebagai representasi dari pengetahuan yang memuat keterkaitan antar topik. Graf sangat tepat digunakan untuk menggambarkan jaringan semantik, yang topik-topiknya digambarkan sebagai titik-titik, dan hubungan antar topik digambarkan dengan sisi. Dalam pembelajaran matematika, siswa dapat menggunakan jaringan semantik sebagai peta pengetahuan yang ada dalam kurikulum. Selanjutnya, siswa dapat menggunakan peta tersebut untuk mengeksploitasi topik-topik dan menelusuri keterkaitan antartopik. Berbekal kompetensi yang telah dimiliki, siswa diberi peluang untuk menentukan tempat memulai pembelajaran dan mengatur sendiri urutan pembelajaran.  Fleksibilitas  jaringan semantik akan menghasilkan pembelajaran matematika berbantuan komputer yang mampu mengakomodasi perbedaan siswa secara individu. 

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERWAWASAN KONSTRUKTIVIS DENGAN METODE PQRST UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAAN ALJABAR DAN TRIGONOMETRI . INA769A

Tujuan utama penelitian ini adalah (1)) meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa, (2) meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Aljabar dan Trigonometri, dan (3) mendeskripsikan tanggapan mahasiswa terhadap implementasi pembelajaran berwawasan konstruktivis dengan metode PQRST. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang aktivitas belajar mahasiswa, prestasi belajar, dan data tanggapan mahasiswa terhadap pengimplementasian pembelajaran berwawasan konstruktivis dengan metode PQRST. Data mengenai tingkat aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi. Data prestasi belajar mahasiswa dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan data tentang tanggapan mahasiswa terhadap model pembelajaran yang diimplementasikan dikumpulkan dengan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berwawasan konstruktivis dengan metode PQRST dalam perkuliahan Aljabar dan Trigonometri dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa, yakni dari cukup aktif menjadi aktif serta dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, yakni sekitar 72,10 % memperoleh nilai A dan B dan tanggapan mahasiswa terhadap proses pembelajaran tergolong positif.

PENGEMBANGAN PETA PIKIRAN UNTUK PENINGKATAN KECAKAPAN BERPIKIR KREATIF SISWA . INA768A

Dunia kerja pada abad pengetahuan (abad 21) memerlukan sumber daya manusia dengan kualitas tinggi  yang memiliki kemampuan bekerja sama, berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif), terampil, memahami berbagai budaya, kemampuan komunikasi yang tinggi, dan mampu belajar sepanjang hayat. Berpikir tingkat tinggi, khususnya berpikir kreatif (creative thinking)  merupakan kecakapan yang harus dimiliki oleh setiap orang. Berpikir kreatif menggunakan proses berpikir untuk mengembangkan atau menemukan ide atau hasil yang orisinil, estetis, konstruktif yang berhubungan dengan pandangan konsep, dan menekankan pada aspek berpikir intuitif dan rasional. Dengan memiliki kecakapan berpikir kreatif, orang akan mampu berkreasi sehingga akan selalu menjadi terbaik di lingkungannya. Namun kecakapan berpikir ini belum pernah dipelajari khususnya bagi siswa di sekolah. Salah satu strategi untuk melatih kecakapan berpikir kreatif siswa di sekolah adalah dengan membuat peta pikiran (mind map) terhadap materi pelajaran yang sedang dipelajarinya. Peta pikiran merupakan satu cara mengorganisasi informasi yang membantu siswa menangkap pikiran dan gagasan pada selembar kertas. Dengan membuat peta pikiran siswa dilatih untuk berimajinasi, berkreasi, mengorgasisasikan materi pelajaran, dan memicu ide-ide orisinil atau baru yang berbeda dari yang telah ada.

PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN BERORIENTASI KONSEP JENGAH DAN KONSTRUKTIVIS . INA766A

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matemátika siswa melalui pembelajaran Matematika berorientasi konsep jengah dan konstruktivis.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V  Sekolah Dasar.. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, tes, wawancara, kuesioner, dan catatan harian. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif.  Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran tergolong sangat tinggi;  (2) prestasi belajar siswa berada dalam kategori baik; dan (3) tanggapan siswa positif terhadap pembelajaran.  

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG BERBANTUAN VIDEO CASSETTE DISC UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR . INA765A

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran langsung berbantuan VCD terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung berbantuan VCD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa pada perkuliahan Atletik I.  Mahasiswa memberikan respons yang sangat positif terhadap penerapan model pembelajaran langsung berbantuan VCD. Berdasarkan simpulan di atas, kepada dosen yang mengajar di jurusan Penjaskesrek, khususnya yang mengajar mata kuliah praktek disarankan untuk menerapkan model pembelajaran langsung berbantuan VCD.

Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berorientasi Pemecahan Masalah Kontekstual Open-Ended .INA767a

Ada semacam konsenses yang semakin baik diantara ahli dan praktisi pendidikan matematika bahwa tujuan dasar dari pembelajaran matematika adalah untuk membantu peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah kehidupan nyata sehari-hari,  membantu mereka dalam berpartisifasi secara cerdas dalam masyarakat, mempersiapkan mereka menuju dunia kerja, dunia vokasional dan profesional. Karena itu pembelajaran matematika hendaknya berubah dari hanya sekedar melatih ketrampilan rutin, kepada hal-hal yang menekankan pemahaman konseptual, kecerdasan yang  utuh dalam berpikir tingkat tinggi, berpikir kritis, divergen, analitis, sentesis dan evaluatif. Hal ini lah adalah sesungguhnya the heart of mathematics dalam paradigma baru pembelajaran matematika.
Secara tradisi, masalah matematika selalu dicirikan dengan “solusinya yang unik dan tunggal serta selalu dapat ditentukan”. Masalah matematika jenis ini disebut closed problem. Sebaliknya, masalah matematika yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga memiliki solusi yang ganda dikatagorikan sebagai  masalah matematika open-ended. Pembelajaran berorientasi pemecahan masalah matematika open-ended   membentuk kompentensi berpikir creativ, divergen dan kritis, karena memberikan   kesempatan yang sangat luas kepada siswa untuk menggunakan segala kemampuan matematisnya dalam mengembangkan dan menggunakan ide-ide beserta skill matematikanya, mendemontrasikan pemahaman yang mendalam melalui berbagai cara, untuk mengkonstruksi berbagai kemungkinan solusi dan argumentasi terhadap masalah matematika yang dipecahkan.
Dalam artikel ini akan dipaparkan secara singkat dan padat mengenai (1) landasan teoritis pembelajaran matematika berorientasi pemecahan masalah kontekstual open-ended, dilanjutkan dengan (2) kerangka dasar  pembelajarannya  yang meliputi aspek- aspek (a) sintaksis, (b) prinsip reaksi, (c) sistem sosial, (d) sistem pendukung, serta (e) dampak pembelajaran dan dampak pengiringnya.

MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI LINGKARAN I DENGAN LATIHAN MANDIRI. INA767

Seiring dengan perkembangan sistem pendidikan di Indonesia seorang guru dituntut mampu mengembangkan wawasan serta kreatif. Sebagai fasilitator guru harus mampu berkreasi dalam menyampaikan materi pelajaran. Guru harus jeli terhadap kompetensi yang dimiliki anak didiknya, sehingga tidak terjadi salah arah dalam
mengembangkan potensi anak didiknya. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai fasilitator tersebut guru memiliki berbagai strategi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, baik dilaksanakan secara individu maupun dilaksanakan secara kelompok. Strategi mengajar tersebut merupakan suatu cara agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara maksimal. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan tidaklah semulus dengan apa yang telah direncanakan. Kenyataannya banyak siswa yang tidak dapat menguasai materi pelajaran, terutama mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat dilihat dari hasil Ujian Nasional. Dengan standar kelulusan 4,26 kebanyakan siswa tidak lulus karena nilai matematikanya kurang dari 4,26. Dari kenyataan tersebut penulis melakukan penelitian tindakan kelas yang mengembangkan suatu strategi mengajar dengan nama Latihan Mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan materi Lingkaran I sub pokok bahasan Keliling Lingkaran.
Prosedur penelitian tindakan kelas yang digunakan mengacu pada metodologi action research, yaitu (1) persiapan tindakan, (2) perencanaan, (3) implementasi tindakan, (4) pengamatan dan evaluasi, (5) refleksi, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Latihan mandiri merupakan suatu latihan soal dengan cara siswa membuat soal beserta penyelesaiannya setelah mendapat materi dari disertai dengan contoh dan cara menyelesaikannya.
Hasil latihan mandiri siklus 1 menunjukkan bahwa ketrampilan siswa dalam membuat soal beserta penyelesaiannya sebesar 84,62 %, dan hasil latihan pada siklus 2 ketrampilan siswa mencapai 92,86 %. Sedangkan rata-rata hasil tes siklus 1 = 6,35 dan rata-rata hasil tes siklus 2 = 7,60.Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa.

Dari penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa latihan mandiri dapat meningkatkan penguasaan materi Lingkaran I sub pokok bahasan Keliling Lingkaran bagi siswa kelas 2B SMP Islam Bawen Kabupaten Semarang. Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Perbanyak latihan agar siswa lebih mudah dalam menguasai materi,
perhatikan intensitas latihan mandiri agar siswa tidak mengalami kejenuhan,
guru harus trampil dalam mengatasi kesulitan belajar siswa.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN VOLUM BALOK DAN KUBUS DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TIGA DIMENSI. INA768

Pelajaran Matematika pada umumnya merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi siswa, karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran, hal ini berdampak pada nilai matematika tiap semester cenderung rendah yaitu 7. Sebenarnya pelajaran matematika bukanlah hal yang sulit dipelajari bila pemahaman dan penanaman konsepnya sudah dikuasai siswa. Tujuan Pembelajaran Volum Balok dan Kubus dengan menggunakan alat peraga tiga dimensi adalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dan dapat meningkatkan kinerja guru yang dapat dilihat dari observasi siswa dan observasi guru.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Metode Pemecahan Masalah merupakan tipe belajar yang paling tinggi tingkatannya dan kompleks dibanding dengan metode pembelajaran yang lain. Penggunaan metode ini siswa harus sudah memiliki persyaratan untuk menyelesaikan soal, siswa harus mampu menyelesaikan soal tersebut, siswa belum mempunyai alogaritma penyelesaian soal. Hasil penelitian yang diharapkan dari Pembelajaran Volum Balok dan Kubus dengan menggunakan alat peraga tiga dimensi yaitu bila minimal 85% siswa yang mengikuti pembelajaran tersebut mendapat nilai 75, keaktifan siswa yang didapat dari skor penilaian observasi siswa mendapat rata-rata skor minimal dan dapat meningkatkan keaktifan siswa 4 dan kinerja guru mendapat rata-rata skor minimal  4 yang didapat dari skor penilaian observasi guru.
Dari penelitian ini dapatlah disimpulkan bahwa Pembelajaran Volum Balok dan Kubus dengan menggunakan alat peraga tiga dimensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa (91,43%) dan dapat meningkatkan keaktifan siswa (skor penilaian rata rata = 5) serta dapat meningkatkan kinerja guru (skor rata-rata = 5). Oleh karena itu peneliti menyarankan khususnya untuk guru SD untuk lebih banyak menyiapkan atau menyediakan alat peraga tiga dimensi dalam membantu siswa pada Pembelajaran Volum Balok dan Kubus.

APLIKASI ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA. INA508

Penelitian kualitatif ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya kelas IV SD. No. 4 Kaliuntu Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru mengaplikasikan asesmen dalam pembelajaran IPA di kelas IV SD. No. 4 Kaliuntu sebagai suatu upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan evaluasi di sekolah dasar. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan data empirik yang diperoleh dari kelas yang diberi tindakan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan evaluasi. Analisis data dilakukan selama dan sesudah pengumpulan data di lapangan.  Pengamatan dilakukan secara ongoing proses, saat guru melakukan tindakan pembelajaran IPA. Hasil yang diperoleh adalah sebelum guru melaksanakan asesmen terlebih dahulu membuat rancangan alat evaluasi bersamaan dengan rancangan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kemudian saat pembelajaran berlangsung guru melaksanakan rancangan alat evaluasinya. Dalam pelaksanaan pembelajaran  IPA tersebut guru berhasil melaksanakan asesmen dalam bentuk a) penilaian proses, b) portofolio, c) wawancara dan diskusi, dan d) tes formatif.

Kata-kata kunci: Asesmen, Pembelajaran  IPA.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERPENDEKATAN SIKLUS ACE BERBANTUAN LKM UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN KIMIA ANALITIK KUANTITATIF. INA507

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Kimia Analitik Kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Pendidikan Ganesha Tahun Akademik 2006/2007 yang memprogram matakuliah Kimia Analitik Kuantitatif sebanyak 36 orang. Sedangkan sebagai objeknya adalah aktivitas belajar, hasil belajar, dan tanggapan mahasiswa terhadap implementasi model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan siklus ACE berbantuan LKM. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang dalam setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan bahwa aktivitas belajar mahasiswa dalam kategori aktif serta rerata hasil belajar mahasiswa sebesar 70,9. Pada Siklus II, aktivitas belajar mahasiswa mengalami peningkatan menjadi kategori sangat aktif serta rerata hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan menjadi 77,5. Tanggapan mahasiswa terhadap implementasi pembelajaran ini tergolong positif.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT 250 KPM DENGAN PEMBELAJARAN LATIHAN BERJENJANG DAN PENILAIAN AUTHENTIC ASSESSMENT. INA165

Pembelajaran membaca cepat mempunyai peranan penting dalam mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Kecepatan membaca sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang untuk menyerap segala macam informasi yang ada dalam media cetak maupun elektronik. Semua pendidik berharap agar para siswa mempunyai kecepatan membaca yang memadai. Pemilihan strategi dan pendekatan yang tepat dalam pembelajaran merupakan hal yang harus dipertimbangkan oleh guru agar tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat mencapai sasaran. 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca cepat siswa dan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran kontekstual elemen authentic assessment.

Setelah dilakukan penelitian dalam dua siklus, dihasilkan simpulan bahwa pembelajaran kontekstual elemen authentic assessment dapat meningkatkan kecepatan membaca siswa.

Hasil penelitian tersebut saran yang dapat direkomendasikan antara lain: (1) guru Bahasa dan Sastra Indonesia seyogyanya berperan aktif sebagai inovator untuk memilih teknik pembelajaran yang paling tepat sehingga pembelajaran yang dilaksanakan menjadi pengalaman yang bermakna bagi siswa; (2) guru Bahasa dan Sastra Indonesia dapat menggunakan pendekatan kontekstual elemen authentic assessment dalam membelajarkan kemampuan membaca cepat; (3) pembelajaran dengan pendekatan kontekstual elemen authentic assessment dapat dijadikan alternatif pilihan bagi guru bidang studi lain dalam membelajarkan bidang garapannya; (4) para praktisi atau peneliti di bidang pendidikan dan bahasa dapat melakukan penelitian serupa dengan teknik pembelajaran yang berbeda sehingga didapatkan berbagai alternatif teknik pembelajaran membaca cepat.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF TEKS PROFIL TOKOH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL KOMPONEN INQUIRY. INA163

Mengingat pentingnya keterampilan membaca intensif teks profil tokoh, maka kompetensi dasar membaca intensif teks profil tokoh harus benar-benar dikuasai siswa.  Pendekatan kontekstual komponen inquiry dapat meningkatkan keterampilan membaca intensif teks profil tokoh. Pendekatan kontekstual membantu guru mengaitkan materi dengan situasi nyata siswa dan mendorong keaktifan siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua tahap yaitu siklus I dan siklus II.. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca intensif teks profil tokoh subyek amatan mengalami peningkatan setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen inquiry. 

Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian yaitu, (1) guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya pada pembelajaran membaca, khususnya membaca intensif teks profil tokoh, menguasai berbagai pendekatan, metode dan teknik pembelajaran; (2) guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya dalam menyampaikan pembelajaran membaca intensif teks profil tokoh menggunakan pendekatan kontekstual komponen inquiry karena dengan pembelajaran yang melatih siswa untuk menemukan sendiri pengetahuan atau keterampilan dan mengaitkannya dengan dunia nyata siswa terbukti dapat meningkatkan keterampilan membaca intensif teks profil tokoh dan mengubah perilaku siswa dalam mengikuti pembelajaran membaca; (3) siswa hendaknya dalam mengikuti pembelajaran membaca intensif teks profil tokoh dengan semangat dan perilaku positif; (4) peneliti di bidang pendidikan maupun di bidang bahasa hendaknya selalu termotivasi untuk melakukan penelitian tentang teknik-teknik pembelajaran sehingga diperoleh alternatif teknik pembelajaran baru khususnya pembelajaran membaca.

TINGKAT KETERBACAAN WACANA SAINS DENGAN TEKNIK KLOS. INA6

The quality of text and reference books strongly influences the process and the output of education. The quality of books in this research refers to the level of readability. Based on the previous research to intermediate schools there were so many low readable books that affect the quality of education.
With reference to the fact, the purpose of this research was to study and to assess the level of readability of basic science texts for the students of TPB-ITB, Including physics, chemistry, mathematics, and biology. By this research, the level of readability is expectedly found : low, medium, high. The test instruments used were the closure technique and the principle of closure. The closure technique is one of the test instruments with certain procedures, by selectively omitting words. The omitted words are those of the n-number, the fifth until the tenth. The texts that were adopted as the instrument of this research were 33 passages provided to the students of TPB-ITB as the respondents. The criteria of percentage in this closure technique research was of Rankin’s and Culhane’s.
The result of this research was that the level of readability of basic science texts (physics, chemistry, mathematics, and biology) generally belonged to medium category (score : 46.83). The readability of physics texts was high (60.51), that of chemistry was medium (52), of biology medium (43.19), and of mathematics low (31.62).
At a glance analysis (needs a further research), language is not the main factor for failing to comprehend the scientific texts. The shape and the small size of letter fonts (10) and the density of lines (1-1.5 space) is one of the causes of unexpected readability level.

MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA. INA5003

Tujuan penelitian ini adalah (1) meningkatkan aktivitas belajar siswa; (2) meningkatkan hasil belajar siswa;  (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap implementasi pendekatan kontekstual dengan setting model belajar kooperatif dalam pembelajaran Fisika di SMA Negeri 2 . Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan, yang terdiri atas dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI2 SMA Negeri 2 , dengan melibatkan 36 orang siswa tahun pelajaran 2005/2006. Data penelitian ini dikumpulkan dengan lembar observasi, tes hasil belajar, dan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa dari kualifikasi cukup aktif pada siklus I menjadi kualifikasi aktif pada siklus II; (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari skor rata-rata 65,43 dengan ketuntasan klasikal 72,26% pada siklus I menjadi skor rata-rata 85,42 dengan ketuntasan klasikal 86,17% pada siklus II; (3) respon siswa adalah positif terhadap implementasi pendekatan kontekstual dengan setting model belajar kooperatif dalam pembelajaran fisika.  
Kata kunci : pendekatan kontekstual, model belajar kooperatif, aktivitas, hasil belajar, respon 

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGANALISIS PUISI DENGAN PENGAJARAN PEMAHAMAN UNSUR INTRINSIK KARYA SASTRA . INA500

Menganalisis karya sastra merupakan penilaian terhadap karya sastra itu sendiri. Salah satu cara untuk mengetahui karya itu baik atau buruk, harus dimulai dari pemahaman unsur-unsur pembentukan karya sastra itu sendiri. Di sini yang dimaksud adalah unsur intrinsik puisi itu. Pemberian pemahaman unsur instrinsik dari puisi itu adalah untuk mengetahui apakah pemahaman itu dapat meningkatkan kualitas siswa dalam menganalisis sebuah puisi.  Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMA Negeri 2 . Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah adanya motivasi yang tinggi dalam mengikuti proses belajar mengajar, karena melalui teknik pemberian pemahaman unsur intrinsik karya sastra khususnya puisi dapat diketahui keterampilan dalam menganalisis puisi meningkat, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Hasil itu dapat dicapai setelah dilakukan tindakan tertentu. Tindakan yang dilakukan dalam pembelajaran ini adalah (a) memberikan pengetahuan tentang cara-cara menganalisis karya sastra, (b) memberikan puisi yang disesuaikan dengan tema yang ada dalam GBPP, dan (c) menugasi siswa untuk menganalisis. Untuk itu diharapkan agar guru dapat menanamkan konsep yang benar tentang cara menganalisis puisi.

Kata kunci: analisis puisi, unsur intrinsik

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MERANCANG KEGIATAN LABORATORIUM FISIKA BERBASIS INKUIRI BAGI MAHASISWA CALON GURU. INA496

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan merancang kegiatan laboratorium fisika berbasis inkuiri bagi mahasiswa calon guru. Subjek  penelitian adalah mahasiswa semester lima Program Studi Pendidikan Fisika di suatu LPTK. Ada tujuh aspek yang diduga dapat mendukung pengembangan kemampuan tersebut, yaitu (1) menentukan tujuan kegiatan laboratorium, (2) menentukan jenis percobaan, (3) menentukan alat dan bahan laboratorium, (4) menentukan rangkaian percobaan dan menggambarkan diagramnya, (5) merencanakan sendiri prosedur percobaan, (6) menyusun LKS berbasis inkuiri, dan (7)  merancang evaluasi kegiatan laboratorium. Aspek-aspek kemampuan tersebut dikembangkan melalui perkuliahan Laboratorium Fisika Pendidikan yang diselenggarakan dengan struktur kegiatan terdiri atas tiga tahap, yaitu pemodelan, perancangan, dan implementasi. Keberhasilan pengembangan kemampuan tersebut dievaluasi menggunakan instrumen lembar penyekoran hasil rancangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua aspek yang dikembangkan.

Kata kunci :  kegiatan laboratorium fisika berbasis inkuiri, mahasiswa calon guru, LPTK

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN IPS SEKOLAH DASAR BERWAWASAN SOSIAL DAN BUDAYA (STUDI PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SOSIAL-BUDAYA SISWA SEKOLAH DASAR). INA481

Target utama penelitian ini adalah dihasilkannya produk berupa model pembelajaran IPS sekolah dasar yang berwawasan sosial-budaya dan buku pedoman guru tentang aplikasi model pembelajaran IPS yang berwawasan sosial-budaya. Pencapaian target tersebut dilakukan dengan memilih model pendekatan penelitian dan pengembangan. Langkah-langkah pendekatan penelitian dan pengembangan, pada dasarnya terdiri dari: (1) penelitian prasurvai, (2) pengembangan model, dan (3) validasi model. Penelitian prasurvai dan pengembangan model telah dilakukan pada tahun pertama (Tahap I), sedangkan tahun kedua (Tahap II) ini penelitian difokuskan pada validasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman materi peserta didik dilihat dari rerata skor prates dengan rerata skor pascates (µ=.0001), dan perbedaan rerata skor pascates dengan kelompok kontrol yaitu (µ = 0,0001). Hasil validasi ini memberikan simpulan bahwa model pembelajaran IPS berwawasan sosial-budaya efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman materi dan literasi sosial-budaya peserta didik dalam pembelajaran IPS sekolah dasar. 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons