APAKAH ANDA?........

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apakah Anda merasa kesulitan dalam membuat Skripsi, Tesis, Disertasi, PTK, atau Karya Tulis Ilmiah. Sudah berapa banyak biaya dan waktu yang dikeluarkan?
Qasada Research Solution, menawarkan cara agar lebih mudah, lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Bagi Anda yang akan melakukan penelitian sendiri, kami menawarkan referensi jurnal ilmiah. Dengan modal Rp. 100.000,- Anda dapat memesan 10 referensi yang dikehendaki; suatu jumlah referensi yang memadai dalam suatu penelitian. Bagi Anda yang tidak sempat mengerjakan sendiri, kami siap membantunya khusus untuk penelitian bidang pendidikan, manajemen, dan kebijakan serta KTI Kebidanan.

Wassalam
matsahudi@yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tampilkan postingan dengan label -SKRIPSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label -SKRIPSI. Tampilkan semua postingan

MENINGKATKAN KEMAMPUAN, KEAKTIFAN, DAN KETERAMPILAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL ARITMATIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN JUAL BELI. INA772

Sebagai seorang profesional, guru dituntut untuk melakukan pembelajaran secara efektif dan efisien..Penelitian ini mengupayakan peningkatan hasil belajar siswa dan kinerja guru  dengan metode pembelajaran transaksi jual beli.

Penelitian dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas 2 siklus.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan simulasi jual beli mampu meningkatkan hasil belajar dalam menyelesaikan soal aritmatika sosial, meningkatkan keaktifan, ketrampilan siswa dalam menghitung dan kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar. 

MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI LINGKARAN I DENGAN LATIHAN MANDIRI. INA767

Seiring dengan perkembangan sistem pendidikan di Indonesia seorang guru dituntut mampu mengembangkan wawasan serta kreatif. Sebagai fasilitator guru harus mampu berkreasi dalam menyampaikan materi pelajaran. Guru harus jeli terhadap kompetensi yang dimiliki anak didiknya, sehingga tidak terjadi salah arah dalam
mengembangkan potensi anak didiknya. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai fasilitator tersebut guru memiliki berbagai strategi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, baik dilaksanakan secara individu maupun dilaksanakan secara kelompok. Strategi mengajar tersebut merupakan suatu cara agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara maksimal. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan tidaklah semulus dengan apa yang telah direncanakan. Kenyataannya banyak siswa yang tidak dapat menguasai materi pelajaran, terutama mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat dilihat dari hasil Ujian Nasional. Dengan standar kelulusan 4,26 kebanyakan siswa tidak lulus karena nilai matematikanya kurang dari 4,26. Dari kenyataan tersebut penulis melakukan penelitian tindakan kelas yang mengembangkan suatu strategi mengajar dengan nama Latihan Mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan materi Lingkaran I sub pokok bahasan Keliling Lingkaran.
Prosedur penelitian tindakan kelas yang digunakan mengacu pada metodologi action research, yaitu (1) persiapan tindakan, (2) perencanaan, (3) implementasi tindakan, (4) pengamatan dan evaluasi, (5) refleksi, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Latihan mandiri merupakan suatu latihan soal dengan cara siswa membuat soal beserta penyelesaiannya setelah mendapat materi dari disertai dengan contoh dan cara menyelesaikannya.
Hasil latihan mandiri siklus 1 menunjukkan bahwa ketrampilan siswa dalam membuat soal beserta penyelesaiannya sebesar 84,62 %, dan hasil latihan pada siklus 2 ketrampilan siswa mencapai 92,86 %. Sedangkan rata-rata hasil tes siklus 1 = 6,35 dan rata-rata hasil tes siklus 2 = 7,60.Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa.

Dari penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa latihan mandiri dapat meningkatkan penguasaan materi Lingkaran I sub pokok bahasan Keliling Lingkaran bagi siswa kelas 2B SMP Islam Bawen Kabupaten Semarang. Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Perbanyak latihan agar siswa lebih mudah dalam menguasai materi,
perhatikan intensitas latihan mandiri agar siswa tidak mengalami kejenuhan,
guru harus trampil dalam mengatasi kesulitan belajar siswa.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN VOLUM BALOK DAN KUBUS DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TIGA DIMENSI. INA768

Pelajaran Matematika pada umumnya merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi siswa, karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran, hal ini berdampak pada nilai matematika tiap semester cenderung rendah yaitu 7. Sebenarnya pelajaran matematika bukanlah hal yang sulit dipelajari bila pemahaman dan penanaman konsepnya sudah dikuasai siswa. Tujuan Pembelajaran Volum Balok dan Kubus dengan menggunakan alat peraga tiga dimensi adalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dan dapat meningkatkan kinerja guru yang dapat dilihat dari observasi siswa dan observasi guru.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Metode Pemecahan Masalah merupakan tipe belajar yang paling tinggi tingkatannya dan kompleks dibanding dengan metode pembelajaran yang lain. Penggunaan metode ini siswa harus sudah memiliki persyaratan untuk menyelesaikan soal, siswa harus mampu menyelesaikan soal tersebut, siswa belum mempunyai alogaritma penyelesaian soal. Hasil penelitian yang diharapkan dari Pembelajaran Volum Balok dan Kubus dengan menggunakan alat peraga tiga dimensi yaitu bila minimal 85% siswa yang mengikuti pembelajaran tersebut mendapat nilai 75, keaktifan siswa yang didapat dari skor penilaian observasi siswa mendapat rata-rata skor minimal dan dapat meningkatkan keaktifan siswa 4 dan kinerja guru mendapat rata-rata skor minimal  4 yang didapat dari skor penilaian observasi guru.
Dari penelitian ini dapatlah disimpulkan bahwa Pembelajaran Volum Balok dan Kubus dengan menggunakan alat peraga tiga dimensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa (91,43%) dan dapat meningkatkan keaktifan siswa (skor penilaian rata rata = 5) serta dapat meningkatkan kinerja guru (skor rata-rata = 5). Oleh karena itu peneliti menyarankan khususnya untuk guru SD untuk lebih banyak menyiapkan atau menyediakan alat peraga tiga dimensi dalam membantu siswa pada Pembelajaran Volum Balok dan Kubus.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT 250 KPM DENGAN PEMBELAJARAN LATIHAN BERJENJANG DAN PENILAIAN AUTHENTIC ASSESSMENT. INA165

Pembelajaran membaca cepat mempunyai peranan penting dalam mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Kecepatan membaca sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang untuk menyerap segala macam informasi yang ada dalam media cetak maupun elektronik. Semua pendidik berharap agar para siswa mempunyai kecepatan membaca yang memadai. Pemilihan strategi dan pendekatan yang tepat dalam pembelajaran merupakan hal yang harus dipertimbangkan oleh guru agar tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat mencapai sasaran. 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca cepat siswa dan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran kontekstual elemen authentic assessment.

Setelah dilakukan penelitian dalam dua siklus, dihasilkan simpulan bahwa pembelajaran kontekstual elemen authentic assessment dapat meningkatkan kecepatan membaca siswa.

Hasil penelitian tersebut saran yang dapat direkomendasikan antara lain: (1) guru Bahasa dan Sastra Indonesia seyogyanya berperan aktif sebagai inovator untuk memilih teknik pembelajaran yang paling tepat sehingga pembelajaran yang dilaksanakan menjadi pengalaman yang bermakna bagi siswa; (2) guru Bahasa dan Sastra Indonesia dapat menggunakan pendekatan kontekstual elemen authentic assessment dalam membelajarkan kemampuan membaca cepat; (3) pembelajaran dengan pendekatan kontekstual elemen authentic assessment dapat dijadikan alternatif pilihan bagi guru bidang studi lain dalam membelajarkan bidang garapannya; (4) para praktisi atau peneliti di bidang pendidikan dan bahasa dapat melakukan penelitian serupa dengan teknik pembelajaran yang berbeda sehingga didapatkan berbagai alternatif teknik pembelajaran membaca cepat.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF TEKS PROFIL TOKOH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL KOMPONEN INQUIRY. INA163

Mengingat pentingnya keterampilan membaca intensif teks profil tokoh, maka kompetensi dasar membaca intensif teks profil tokoh harus benar-benar dikuasai siswa.  Pendekatan kontekstual komponen inquiry dapat meningkatkan keterampilan membaca intensif teks profil tokoh. Pendekatan kontekstual membantu guru mengaitkan materi dengan situasi nyata siswa dan mendorong keaktifan siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua tahap yaitu siklus I dan siklus II.. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca intensif teks profil tokoh subyek amatan mengalami peningkatan setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen inquiry. 

Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian yaitu, (1) guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya pada pembelajaran membaca, khususnya membaca intensif teks profil tokoh, menguasai berbagai pendekatan, metode dan teknik pembelajaran; (2) guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya dalam menyampaikan pembelajaran membaca intensif teks profil tokoh menggunakan pendekatan kontekstual komponen inquiry karena dengan pembelajaran yang melatih siswa untuk menemukan sendiri pengetahuan atau keterampilan dan mengaitkannya dengan dunia nyata siswa terbukti dapat meningkatkan keterampilan membaca intensif teks profil tokoh dan mengubah perilaku siswa dalam mengikuti pembelajaran membaca; (3) siswa hendaknya dalam mengikuti pembelajaran membaca intensif teks profil tokoh dengan semangat dan perilaku positif; (4) peneliti di bidang pendidikan maupun di bidang bahasa hendaknya selalu termotivasi untuk melakukan penelitian tentang teknik-teknik pembelajaran sehingga diperoleh alternatif teknik pembelajaran baru khususnya pembelajaran membaca.

POLA PEWARISAN PEMAIN WANITA WAYANG ORANG NGESTI PANDAWA SEMARANG. INA157

Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang selain keadaan lingkungan yang tidak kondusif dipengaruhi pula kurangnya peminat dari masyarakat umum baik dari segi penonton ataupun regenerasi Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang, sehingga proses regenerasi lebih banyak terjadi dalam keluarga pemain Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang sendiri, seperti keluarga pemain wanita Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang. Dalam penelitian ini difokuskan pemain wanita Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang karena melihat latar belakang pemain wanita Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang dari sisi kehidupan pekerjaan dan alasan-alasan serta motivasi-motivasi pemain wanita Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang dalam pewarisan terhadap keluarganya di Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang yang telah di tinggal peminatnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskrepsikan pola pewarisan sebagai pemain wayang orang dengan segala faktor yang mempengaruhi dari pola pewarisan sebagai pemain Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian adalah pola pewarisan pemain wanita Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang dalam keluarganya dan faktor yang mempengaruhi pola pewarisan sebagai pemain Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang. Lokasi penelitian di asrama Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang, jalan Arya Mukti Timur gang VIII-IX Pedurungan Semarang dan di gedung Ki Narta Sabda TBRS. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dengan pendekatan trianggulasi dan teknik analisis data dengan cara mengumpulkan data, menyajikan data, mereduksi data kemudian simpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pewarisan sebagai pemain wayang orang melalui proses enkulturasi yang dipengaruhi oleh latar belakang pemain wanita Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang dan pengetahuan anak pemain wanita Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang serta sistem pembelajaran yang bersifat tradisional atau disebut pembiasaan anak akan ketrampilan atau materi sebagain pemain wayang orang, seperti : gerak tari, rias dan busana, antawecana, karakter dan penguasaan iringan. Faktor yang mempengaruhi pola pewarisan sebagai pemain wayang orang adalah keluarga, lingkungan yang kondusif, Paguyuban Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang sendiri.
Kesimpulannya bahwa pola pewarisan pemain wanita Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang melalui proses enkulturasi dan pembelajaran tradisional atau lebih disebut pembiasaan serta didukung dari berbagai pihak baik intern maupun ekstern. Pola pewarisan sebagai pemain wayang orang akan terlaksana secara maksimal, apabila ditampung dalam sebuah sanggar khusus untuk generasi penerus pemain Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang.

MALE FEMINIS DAN KONTRA MALE FEMINIS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI. INA156

Kata kunci : Feminis, male feminis dan kontra male feminis.

Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari merupakan salah satu novel yang menceritakan perjalanan tokoh perempuan (Srintil) yang dipengaruhi oleh tokoh laki-laki. Dalam kehidupannya Srintil bertemu dengan tokoh penyelamat (male feminis) dan tokoh penghambat (kontra male feminis).
Rumusan masalah yang diangkat dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana peran male feminis dan kontra male feminis dalam novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari?, (2) Faktor-faktor apa yang menyebabkan munculnya male feminis dan kontra male feminis dalam novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari?
Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif karena analisis ini berangkat dari teks. Sumber data ini adalah semua perilaku tokoh yang pro feminis (male feminis) dan kontra male feminis dalam teks novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang berkaitan dengan peran male feminis dan kontra male feminis. Teknik analisis data yang dipergunakan untuk mengelompokkan perilaku tokoh laki-laki yang berhubungan dengan peran tokoh utama, kemudian diterapkan dalam model aktan (peran tokoh) menurut Claude Bremond untuk mengetahui peran masing-masing tokoh sebagai male feminis dan kontra male feminis.
Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa laki-laki ada yang menghargai perempuan dan juga ada yang tidak menghormati perempuan. Peran male feminis dan kontra male feminis ini pada intinya menggambarkan perilaku yang menghargai sosok perempuan dan perilaku yang tidak menghargai perempuan. Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya male feminis adalah faktor kultur kesenian tradisional dan kontra male feminis itu meliputi faktor ekonomi, faktor seksualitas dalam kultur masyarakat Jawa.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan dapat menjadi jembatan bagi munculnya penelitian baru. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah wawasan dalam dunia apresiasi sastra Indonesia.

TOKOH UTAMA WANITA, DALAM PANDANGAN GENDER PADA NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO. INA05HE

Kata Kunci: Tokoh Utama, Gender, Novel.
Keywords: People of the President, Gender, Novels.

Perkembangan masyarakat yang terus bergerak maju dan pandangan tentang wanita mengalami perubahan-perubahan. Wanita di jaman sekarang ini mulai dipandang sebagai subjek dan bukan lagi sebagai objek. Masalah yang berhubungan dengan wanita terkait dengan gender, yang menyangkut hak, kewajiban, dan tanggung jawab. Pria maupun wanita mempunyai martabat yang sama, keduanya memiliki nilai kemanusiaan yang layak untuk dihargai dan dihormati demi mewujudkan kesetaraan dalam sistem hubungan laki-laki dan perempuan dalam perspektif gender. Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang digunakan sastrawan sebagai sarana mengangkat masalah dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga dalam mengangkat masalah yang berhubungan dengan wanita, novel dijadikan sarana yang baik, karena mudah dipahami oleh pembaca. Hal ini yang menjadi salah satu alasan pemilihan novel sebagai objek penelitian.
Salah satu novel yang bermuatan gender adalah novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto. Novel tersebut adalah gambaran nyata kaum perempuan yang diperlakukan tidak adil dalam masalah kesetaraan gender.
Berdasarkan hal tersebut di atas masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimanakah watak tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto, bagaimanakah jenis gender tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto, dan bagaimanakah ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto.
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah mengungkapkan watak tokoh utama wanita, mengungkap jenis gender, dan mengungkap ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan watak tokoh utama wanita dan teori gender digunakan untuk mengungkap jenis gender dan ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto.
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diketahui bahwa Sumirah merupakan tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto. Penggambaran watak tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto menggunakan metode analitik dan dramatik. Tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto memiliki sifat mudah tergoda atau dirayu, tidak mudah melupakan kebaikan orang lain, pasrah, menghargai orang lain, tidak ingin orang lain sedih atau khawatir, takut menyinggung perasaan orang lain, dan pekerja keras.
Jenis gender yang terlihat dari tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto yakni 1) gender difference.2) gender gap. 3) genderization. 4) gender identity.
Ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Parnoto yakni. 1) Ketidakadilan gender yang berupa stereotip perempuan, 2) Ketidakadilan gender yang berupa marginalisasi perempuan, 3) Ketidakadilan gender yang berupa kekerasan terhadap perempuan, dan 4) ketidakadilan gender yang berupa subordinasi pekerjaan perempuan.
Saran yang ingin disampaikan adalah agar novel ini menjadi bacaan wajib bagi para perempuan karena di dalamnya banyak mengandung bentuk-bentuk ketidakadilan gender, diharapkan kaum perempuan dapat membawa aspirasi pembelaan kaum perempuan dalam persamaan gender. Dalam dunia sastra dan pendidikan, diharapkan novel ini menjadi acuan dalam berapresiasi dan berperilaku karena didalamnya benyak mengajarkan tentang kemanusiaan, yaitu dalam wujud pembelaan persamaan gender antara laki-laki dan perempuan yang sangat berguna bagi pengetahuan dan pendidikan.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL ELEMEN INKUIRI. INA05WAH

kata kunci : karya ilmiah, life skill, pendekatan kontekstual, inkuiri
Key words: scientific work, life skill, contextual approach, inquiry

Keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang rendah dan perlu ditingkatkan. Faktor yang mempengaruhi rendahnya keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 adalah kurangnya minat terhadap keterampilan menulis dan proses pembelajaran keterampilan menulis yang masih klasikal, sehingga siswa kurang berminat terhadap pembelajaran keterampilan menulis. Pendekatan kontekstual elemen inkuiri adalah pendekatan pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar mandiri, menemukan pengetahuan baru secara mandiri dan kreatif, sehingga siswa tidak hanya dikenalkan dengan teori, tetapi dikenalkan langsung pada konteksnya. Pembelajaran inkuiri adalah pembelajaran yang dapat memberikan bekal life skill siswa yang meliputi personal skill, social skill, dan academic skill agar siswa mempunyai keahlian dalam bidang tertentu sehingga dapat menemukan dan menggali potensi sendiri.
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu : 1) bagaimana peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 dengan menggunakan pendekatan kontekstual elemen inkuiri, dan 2) bagaimana peningkatan life skill yang meliputi personal skill, social skill dan academic skill siswa kelas II-5 setelah pembelajaran keterampilan menulis karya ilmiah diterapkan dengan menggunakn pendekatan kontekstual elemen inkuiri. Berkaitan dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang dengan menggunakan pendekatan kontekstual elemen inkuiri dan mendeskripsikan peningkatan life skill siswa setelah kegiatan pembelajaran diterapkan dengan pendekatan kontekstual elemen inkuiri.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan teori daur siklus Kemmis dan Taggart. Penelitian tindakan kelas ini terdiri atas 2 siklus, masing-masng siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pengamatan, tindakan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang tahun ajaran 2004/2005. Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis karya ilmiah sebagai variabel hasil, dan pendekatan kontekstual elemen inkuiri adalah variabel proses. Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan nontes, instrumen tes berupa nilai hasil karya ilmiah siswa kelas II-5 yang meliputi 8 aspek penilaian, yaitu 1) sistematika penulisan, 2) kemampuan berpikir logis, 3) kesesuaian judul dan isi, 4) kemampuan menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan, 5) kemampuan menulis paragraf, kalimat, dan kata, 6) kemampuan menulis sumber kutipan, 7) kemampuan menulis daftar pustaka, dan 8) kerapian penulisan karya ilmiah. Instrumen yang kedua adalah instrumen nontes, yaitu 1) lembar observasi, 2) jurnal siswa, 3) pedoman wawancara, 4) dokumentasi foto. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Teknik pengumpulan data nontes dilakukan dengan kegiatan observasi, jurnal siswa, wawancara, dan dokumentasi foto. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan cara kuantitatif deskripsi dengan rumus statistika untuk menganalisis data tes, dan kuantatif dengan kategorisasi dan deskripsi untuk menganalisis data nontes, yaitu mendeskripsi lembar observasi, hasil jurnal siswa, pedoman wawancara yang dilakukan dengan teknik catat dan rekam, serta dokumentasi foto.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual elemen inkuiri sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang dan dapat meningkatkan life skill siswa yang meliputi personal skill, social skill, dan academic skill. Peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 terlihat pada siklus I dan siklus II Hasil tes keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 pada tahap prasiklus menunjukkan nilai rata-rata sebesar 62,13, pada siklus I meningkat menjadi 69,58 dan hasil tersebut meningkat lagi pada siklus II yaitu 77,15. Peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang diikuti dengan peningkatan life skill, hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis lembar observasi siklus I dan siklus II yang menunjukkan hasil analisis lembar observasi siklus I memiliki rata-rata sebesar 29,32 % dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 60,64 %.
Saran yang direkomendasikan adalah guru harus mampu memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan indikator yang ingin dicapai dan penguasaan keterampilan berbahasa yang diharapkan, sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dan kreatif untuk mendapatkan bekal serta keahlian sesuai dengan minat dan bidang masing-masing siswa.

PANDANGAN DUNIA PENGARANG DALAM NOVEL TRILOGI: JENDELA-JENDELA, PINTU, DAN ATAP KARYA FIRA BASUKI. INA05SUCI

Karya sastra merupakan refleksi zaman yang mewakili pandangan dunia pengarang, tidak sebagai individu melainkan anggota masyarakat atau kelompok sosial tertentu. Pandangan dunia pengarang merupakan interaksi dari pandangan pengarang dengan kelompok sosial masyarakat di sekitar pengarang. Novel trilogi
Jendela-jendela, Pintu dan Atap adalah karya sastra yang membawa nilai-nilai sosial budaya dan kehidupan sosial yang biasa terjadi dalam masyarakat. Hal tersebut digambarkan dengan masalah yang dihadapi tokoh utama sebagai tokoh problematik dan solusi yang ditawarkan pengarang melalui pandangannya, karena karya sastra merupakan cermin kehidupan masyarakat. Berdasarkan hal inilah peneliti tertarik untuk mengkajinya lebih lanjut.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah konteks sosial novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap, (2) bagaimanakah latar belakang kehidupan sosial budaya pengarang novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap, dan (3) bagaimanakah pandangan dunia pengarang yang terefleksi dalam novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap. Berkaitan dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konteks sosial novel, latar belakang kehidupan sosial budaya pengarang yang turut mengkondisikan karya sastra saat diciptakan oleh pengarang, dan pandangan dunia pengarang yang terefleksi dalam novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap.
Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan teori strukturalisme genetik dari Lucien Goldmann. Sasaran penelitian ini adalah konteks sosial yang terdapat dalam novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap, pengaruh latar belakang kehidupan sosial budaya pengarang yang turut mengkondisikan karya sastra saat diciptakan oleh pengarang, dan pandangan dunia pengarang yang terefleksi dalam novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap. Sumber data penelitian ini adalah novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model dialektik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap memiliki tokoh utama sebagai tokoh problematik bernama June Larasati Subagio (June) dan Djati Suryo Wibowo Subagio (Bowo), memiliki latar cerita di Indonesia, Amerika Serikat dan Singapura. Adapun tema cerita novel trilogi tersebut adalah kehidupan sosial dalam masyarakat yang meliputi kehidupan sosial masa sekolah, masa pekerjaan, dalam rumah tangga, ekonomi dan budaya. Masalah-masalah yang terdapat dalam novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki mempunyai hubungan yang erat dengan latar belakang kehidupan sosial budaya pengarang saat novel tersebut diciptakan oleh pengarang. Dari analisis diatas diperoleh, pandangan dunia pengarang tentang perselingkuhan, ekonomi, budaya, dan politik serta berupa solusi-solusi atas permasalahan yang dihadapi June dan Bowo, sebagai tokoh problematik. Masalah perselingkuhan tidak harus diselesaikan dengan perpisahan atau perceraian. Yang terpenting adalah komunikasi yang baik, adanya saling pengertian, tidak melakukan kesalahan yang sama. Perselingkuhan kadang terjadi bukan karena keinginan diri sendiri, namun ada faktor-faktor lain, seperti kesibukan suami sehingga isteri merasa kesepian, trauma karena keguguran dan adanya peluang sehingga perselingkuhan terjadi.
Berdasarkan temuan tersebut, saran yang penulis sampaikan adalah agar para mahasiswa dapat melakukan penelitian lanjutan dari unsur dan pendekatan yang berbeda untuk menambah pengetahuan dan keanekaragaman penelitian sastra.

HUBUNGAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PRESTASI BELAJAR. INA05ANI

Kata Kunci : Kadar Hemoglobin, Prestasi Belajar
Keywords: Hemoglobin Concentration, Learning Achievement

Salah satu fungsi dari kadar hemoglobin dalam darah adalah menjaga kondisi kesehatan. Kadar hemoglobin yang cenderung normal akan memungkinkan seseorang mempunyai ketahanan dalam berkonsentrasi pada sesuatu hal, termasuk berkonsentrasi dalam belajar. Dengan demikian, kadar hemoglobin dalam darah mempunyai peran terhadap keberhasilan seseorang dalam belajar, yang tercermin dari prestasi belajarnya. Ada beberapa siswi yang mempunyai prestasi belajar rendah dan ada pula yang mempunyai prestasi belajar tinggi. Masalahnya adalah apakah ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan prestasi belajar siswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan prestasi belajar siswi SMP Negeri 25 Semarang tahun pelajaran 2004/2005.
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 25 Semarang, dengan populasi penelitian seluruh siswi sekolah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive, yang menghasilkan jumlah sampel sebanyak 48 siswi. Variabel bebas (X) penelitian adalah kadar hemoglobin darah, variabel terikat (Y) penelitian adalah prestasi belajar dan variabel penganggu dalam penelitian ini adalah bakat, minat dan motivasi, cara belajar, kesehatan, inteligensi, menstruasi, penyakit kronik, perdarahan kronis, keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Teknik pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan cara cyanmethemoglobin dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Spearman Rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin darah siswi adalah 12,27 gram %. Sebanyak 73% siswi mempunyai kadar hemoglobin darah yang normal, sedangkan 27% mengindikasikan anemia. Hasil analisis data dengan teknik Spearman Rank memperoleh koefisiensi korelasi sebesar +0,329. Pada taraf signifikansi 0,05 korelasi variabel kadar hemoglobin dengan prestasi belajar di dapat angka probabilitas 0,023. Oleh karena angka tersebut di bawah 0,05, maka Ho di tolak dan Ha di terima, artinya ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan prestasi belajar siswi SMP Negeri 25 Semarang. Tanda ‘+’ menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar hemoglobin(dalam batas normal) maka semakin tinggi prestasi belajar. Koefisien korelasi +0,329 menunjukkan kurang kuatnya korelasi antara kadar hemoglobin dengan prestasi belajar (di bawah 0,5).
Disarankan kepada sekolah hendaknya melakukan sosialisasi pentingnya kesehatan terutama menjaga agar kadar hemoglobin tetap tinggi melalui program-program UKS dan PMR di sekolah. Siswi hendaknya menjaga kondisi kesehatannya dengan jalan mengkonsumsi makanan sehat bergizi dan mengandung zat besi untuk menghindari anemia. Juga kepada orang tua siswi hendaknya berusaha selalu menghidangkan makanan sehat bergizi kepada putri-putrinya, terutama makanan yang mengandung zat besi.

HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DUDUK TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PENJAHIT KONVEKSI. INA05ita

Kata Kunci : Sikap kerja duduk, Produktivitas.
Keywords: Attitude of sitting, Productivity.

Dalam industri informasi, salah satu masalah yang sering terjadi adalah tidak adanya kesesuaian antara tempat duduk dan meja kerja dengan antropometri tenaga kerja. Apabila hal ini terjadi dengan sendirinya akan mempunyai pengaruh buruk terhadap tenaga kerja, antara lain timbulnya keluhan-keluhan akibat sikap duduk yang pada akhirnya dapat mengakibatkan turunnya produktivitas kerja. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja pada penjahit konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja pada penjahit konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti Semarang.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua penjahit yang bekerja pada industri konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti Semarang berjumlah 45 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dengan teknik purposive samping, dan dari 45 penjahit yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdapat 30 penjahit yang dapat dijadikan sampel karena telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu sikap kerja duduk sebagai variabel bebas dan produktivitas kerja sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan yang digunakan adalah teknik survei dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan pengukuran. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan uji chi square.
Berdasarkan uji statistik chi square diperoleh χ2hitung = 12,656 dengan probabilitas 0,000. Hal ini berarti nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari batas kesalahan yang ditetapkan yaitu 0,05. Dengan demikian maka hipotesis kerja diterima dan berarti pula bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja pada penjahit Panca Daya Sakti Semarang. Hasil analisis diperoleh pula koefisien kontingensi 0,545. Dengan demikian hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas termasuk kategori cukup kuat.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka penulis mengajukan saran-saran yaitu (1) Dengan adanya hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas, maka bagi para tenaga kerja hendaknya membiasakan sikap duduk yang baik agar terjadinya keluhan-keluhan pada bagian tubuh tertentu seperti pegal pada bahu, punggung, pinggang, leher, tangan dan kaki serta pada pantat, yang akhirnya akan menyebabkan menurunnya produktivitas kerja dapat dihindari; dan (2) Untuk penelitian lebih lanjut perlu dilakukan kajian pada variabel-variabel lain yang berhubungan dengan produktivitas kerja agar diperoleh informasi yang lebih lengkap tentang faktor-faktor yang menentukan tinggi rendahnya produktivitas kerja dengan sikap kerja duduk.

HUBUNGAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DENGAN PERSEPSI, SIKAP DAN MINAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP. INA05Y

Kata kunci : Pengetahuan, Persepsi, Sikap, Minat, Pengelolaan lingkungan hidup
Key words: Knowledge, Perceptions, Attitudes, Interests, Environmental management

Penelitian hubungan pengetahuan lingkungan dengan persepsi, sikap dan minat terhadap pengelolaan Lingkungan Hidup (LH) pada guru Sekolah Dasar di kota Pekanbaru dilakukan pada bulan Februari-Mei 2006. Secara acak, sampel diambil dari 30 orang guru SD yang bertugas di 7 kecamatan di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan metoda survey, data dikumpulkan melalui tes dan angket (mencakup instrumen persepsi, sikap dan minat terhadap pengelolaan lingkungan). Instrumen yang digunakan terlebih dahulu telah melalui uji validitas dan releabilitas. Analisis data karakter (3 preditor) menggunakan regresi ganda dan uji-F. Hasil penelitian melalui uji-t, diperoleh t = 4,83 pada tingkat signifikansi p<0,05. Ini menunjukkan ada perbedaan signifikan skor pengetahuan lingkungan guru antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan pengetahuan LH. Adanya peningkatan pengetahuan LH guru berhubungan positif dengan sikap (0,48) dan minat (16,70) terhadap pengelolaan LH, dengan koefisien determinasi R2 = 0,64 pada taraf signifikansi 0,05, yaitu 64% variasi sikap dan minat guru terhadap pengelolaan LH berhubungan dengan skor pengetahuan LH guru melalui pendidikan formal dengan regresi Y = 22,89 + 0,07X1 + 0,15X2 + 0,08X3. Sebaliknya, pengetahuan LH guru tidak berhubungan positif dengan persepsi guru terhadap pengelolaan LH, dengan sumbangan efektif –0,03.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN SIKAP KONSTRUKTIF TERHADAP PEMBELAJARAN WAKTU, JARAK, DAN KECEPATAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD : INA 765


Selama ini guru hanya menggunakan model pembelajaran konvensional, sehingga dalam proses pembelajaran siswa kurang dilibatkan. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh manakah peningkatan hasil belajar dan sikap konstruktif siswa terhadap pembelajaran waktu, jarak dan kecepatan. Variabel yang diselidiki adalah hasil belajar dan sikap konstruktif siswa terhadap pembelajaran waktu, jarak dan kecepatan. Untuk mengukur keberhasilan hasil belajar digunakan lembar tes, sedangkan untuk mengukur keberhasilan sikap konstruktif digunakan angket sikap konstruktif siswa terhadap pelajaran matematika dan lembar komunikasi dan kerjasama siswa. Tolok ukur keberhasilan penelitian ini dilihat dari adanya peningkatan hasil belajar dan sikap konstruktif terhadap pelajaran matematika. Model pembelajaran STAD dilaksanakan dengan tahapan: (1) guru menyampaikan apersepsi pembelajaran. (2) Guru menyampaikan materi. (3) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok. (4) guru membagikan lembar Diskusi Siswa(LDS). (5) Siswa diberi kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. (6) Guru membimbing secara proporsional kepada kelompok atau individu yang mengalami kesulitan. (7) Salah satu siswa sebagai wakil kelompoknya maju untuk mempresentasikan hasil kelompoknya. (8) Guru memandu jalannya diskusi. (9) Guru memberi kesempatan kepada siswa lain untuk bertanya dan member tanggapan atas pertanyaan yang diajukan. (10) Siswa dengan bimbingan guru mengambil simpulan materi . (11) Siswa diberi evaluasi individu.
Dari hasil penelitian diperoleh informasi sebagai berikut. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 60,9 (51,1 %) dengan nilai minimal 25 dan maksimal 100 dengan simpangan baku sebesar 22,2. Pada siklus II adalah 70,3 (70,2 %) dengan nilai minimal 35 dan maksimal 100 dengan simpangan baku sebesar 18,5. Pada siklus III adalah 85,8 (87,2 %) dengan nilai minimal 48 dan maksimal 100 dengan simpangan baku sebesar 15,9. Skor angket sikap konstruktif pada siklus I adalah 55,2 dan siklus III 60,43 (skor 0 – 80).
Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif STAD(Student Team Achievement Division) menjadikan hasil belajar dan sikap konstruktif siswa terhadap pelajaran matematika meningkat. 

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MASALAH : INA 766


Aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati masih rendah. Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa ini ditunjukkan oleh rendahnya hasil belajar siswa. Jika prinsip pemecahan masalah diterapkan dalam proses belajar mengajar maka siswa dapat berlatih dan membiasakan diri berpikir secara mandiri. Atas pertimbangan hal di atas maka diambil judul skripsi “Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMPN I Tambakromo
Kabupaten Pati Melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah”. Penelitian ini  dilakukan untuk memperoleh jawaban atas masalah tentang:
  • Apakah melalui pembelajaran matematika berbasis masalah, keterampilan berpikir kritis siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat?
  • Apakah melalui pembelajaran matematika berbasis masalah, hasil belajar siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat?
Untuk membahas permasalahan di atas, melalui penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dengan tahapan perencanaan,implementasi,observasi dan refleksi, diambil data hasil belajar dari hasil pretes dan postes dengan metode tes untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa dan data tentang keterampilan berpikir kritis diambil dari hasil tes keterampilan berpikir kritis dengan metode tes dengan penskoran. Subjek penelitian ini adalah guru matematika dan siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Tahun Pelajaran 2004/2005 yang berjumlah 46 siswa, terdiri atas 22 siswa putrid dan 24 siswa putra. Indikator utama dalam penelitian ini adalah apabila siswa dapat mencapai ketuntasan hasil belajar individu ³ 65% dengan ketuntasan klasikal ³ 85%, dan adanya peningkatan skor keterampilan berpikir kritis siswa untuk setiap siklus. Sedangkan indikator tambahannya adalah apabila diperoleh
skor lembar observasi aktivitas siswa terhadap pembelajaran ³ 16 dan skor kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah ³ 27.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata evaluasi pada siklus I adalah pretest 53,51 dengan ketuntasan 28,89% dan postest 71,78 dengan ketuntasan 60,86%, rata-rata tes keterampilan berpikir kritis siswa 7,82 dari skor maksimal 30. Hasil pretes siklus II adalah 71,13 dengan ketuntasan 56,52% sedangkan hasil postest siklus II diperoleh nilai rata-rata 80 dengan ketuntasan 89,13%. Berarti indikator kinerja pada siklus II ini sudah tercapai. Rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa dalam siklus II ini juga sudah meningkat menjadi 17,87. Aktivitas siswa dalam pembelajaran tergolong baik, skor rata-rata
pada siklus I adalah 17 dan pada siklus II adalah 20. Skor rata-rata kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah untuk siklus I adalah 25,75, untuk siklus II adalah 29,25 yang menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah sudah baik.
Dari hasil penelitian dapat diambil simpulan yaitu pembelajaran matematika berbasis masalah yang telah dilaksanakan di kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dan melalui pembelajaran matematika berbasis masalah hasil belajar siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat. Sehingga disarankan pembelajaran matematika berbasis masalah perlu dilaksanakan oleh guru. Dalam pembelajaran, guru perlu melibatkan peran serta siswa secara langsung serta pembuatan hasil karya dan presentasi hasil karya sangat baik diterapkan.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN BANGUN DATAR SEBAGAI IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING : INA 764


Hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Wates pada pokok bahasan bangun datar pada tahun ajaran 2003/2004 setelah dianalisis mempunyai hasi yang rendah, hal ini diduga karena pendekatan pembelajaran pada saat itu belum tepat, maka dalam penelitian kelas ini digunakan pendekatan pembelajaran Contex tual Teaching and Learning (CTL) yang menekankan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun permasalahan yang akan dibahas adalah apakah pembelajaran matematika dengan pendekatan CTL pada pokok bahasan bangun datar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Wates? Sedangkan tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan bangun datar dengan pendekatan CTL. Lokasi penelitian dilakukan di SD Negeri Wates Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Wates, guru kelas V SD Negeri Wates dan pengamat. Penelitian dibagi menjadi 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sedangkan indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini tercapai apabila siswa mempunyai nilai rata-rata kelas minimal 6,5 dan ketuntasan belajar kelas diatas 75%. Pada siklus I siswa mencapai nilai rata-rata kelas minimal 6,27, sedangkan ketuntasan belajarnya adalah 50 %. Siklus II mencapai nilai rata-rata kelas 7,2 dan ketuntasan belajarnya adalah 78,5%.
Berdasarkan hasil belajar siswa diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Wates pada pokok bahasan bangun datar, sehingga disarankan agar dalam mengajar pada pokok bahasan bangun datar guru seyogyanya menggunakan pendekatan CTL

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA POKOK BAHASAN PECAHAN MELALUI DISKUSI KELOMPOK KECIL : INA 763

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman dari guru kelas yang telah 10 tahun mengampu di kelas IV SD Negeri Kadiluwih, kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasa pecahan nilainya sangat rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tes nilai formatif yang sangat tidak menggembirakan (tabel hal : 2). Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah melalui diskusi kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pokok bahasan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005. Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan diskusi kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pokok bahasan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005. Lokasi penelitian di SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang dengan subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih sebanyak 23 orang terdiri dari 14 putra dan 9 putri, seorang guru kelas IV SD Negeri Kadiluwih, dan seorang pengamat. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, analisis dan refleksi. Indikator keberhasilan adalah jika tercapai 6,5 dengan ketuntasan belajar 65 %.
Hasil penelitian secara global dapat dikatakan bahwa hasil siklus I adalah 6,0 dengan ketuntasan belajar 60 % sedangkan hasil dari siklus II adalah 7,1 dengan ketuntasan belajar 75 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui diskusi kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pokok bahasan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005.
Dengan demikian disarankan pembentukan diskusi kelompok kecil lebih ditingkatkan lagi untuk pembelajaran matematika khususnya pada pokok bahasan pecahan.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PECAHAN : INA 762


Selama ini, hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Sekaran 01 Kota Semarang pada kompetensi dasar bilangan pecahan masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai terendah individu yang hanya mencapai nilai 4 dan nilai rata-rata kelas hanya mencapai 6,5 serta ketuntasan belajar kelas kurang dari 70%, karena selama ini guru mengajar dengan pendekatan pembelajaran langsung. Sebagai solusinya, maka dilaksanakan pembelajaran berbasis masalah melalui penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan hasil belajar pecahan siswa. Sehingga permasalahan dalam penelitian ini adalah “apakah hasil belajar pecahan siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang dapat meningkat melalui pembelajaran berbasis masalah?”.
Adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pecahan siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang melalui pembelajaran berbasis masalah, dengan subyek penelitian meliputi siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang, guru kelas, dan pengamat. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terlaksana pada tanggal 3 dan 4 Februari 2005. Sedangkan siklus II berlangsung tanggal 11 dan 12 Februari 2005. Evaluasi siklus I dilaksanakan pada akhir pertemuan ke-2, yaitu pada tanggal 4 Februari 2005 dan evaluasi siklus II dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2005. Keaktifan siswa pada pertemuan ke-1 siklus I mencapai 56,25% dan pertemuan ke-2 mencapai 68, 25%. Kinerja guru selama pembelajaran berlangsung dengan sangat baik (77,1% pada pertemuan ke-1 dan 83,3% pada pertemuan ke-2).
Hasil evaluasi siklus I mencapai skor rata-rata 71,68 dengan ketuntasan hasil belajar 56,1%. Secara umum keaktifan siswa, kinerja guru, dan hasil evaluasi siklus II mengalami peningkatan. Keaktifan siswa pada pertemuan ke-1 dan ke-2, masing masing mencapai 72% dan 75%. Sedangkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis masalah mencapai 95,8% dan 97,9%. Hasil evaluasi siklus II mencapai skor rata-rata 76,61 dengan ketuntasan hasil belajar klasikal 75,61% sesuai tolok ukur keberhasilan yang ditentukan.
Dari penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar pecahan siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang tahun pelajaran 2004/2005 dapat ditingkatkan. Oleh sebab itu, hendaknya guru kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang menerapkan pembelajaran berbasis masalah dalam membelajarkan matematika, khususnya materi pecahan.

PERBANDINGAN PENGARUH FREKUENSI LATIHAN SENAM KESEGARAN JASMANI TERHADAP TINGKAT KESEGARAN JASMANI : INA 94


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui atau membuktikan pada program latihan senam kesegaran jasmani usia sekolah dasar manakah yang lebih efektif antara frekuensi tiga ali dan empat kali dalam satu minggu terhadap tingkat kesegaran jasmani. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri kelas VI SD Negeri Gunungpati 4 dan Nongkosawit Tahun Ajaran 2004/2005 sebanyak 40 siswa terdiri 28 siswa SD Negeri Gunungpati 4 dan 12 siswa SD Negeri Nongkosawit. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling yaitu seluruh populasi digunakan atau dipakai. Untuk analisis data menggunakan metode statistik dengan pola M-S (Matching by Subject Design) dengan rumus t-test.
Untuk mengetahui kondisi awal sampel diadakan tes pendahuluan dengan instrumen tes kesegaran jasmani untuk anak umur 10-12 tahun, yaitu untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani dari siswa putri tersebut. Dari hasil ini sampel dibagi menjadi dua kelompok eksperimen dengan perlakuan senam kesegaran jasmani usia SD menggunakan frekuensi empat kali dalam satu minggu dan kelompok kontrol dengan perlakuan senam kesegaran jasmani usia sekolah dasar menggunakan frekuensi tiga kali dalam satu minggu. Setelah mendapat perlakuan selama 5 minggu kemudian diadakan tes akhir dengan instrumen tes yang sama. Dari hasil ini kemudian diolah dengan analisis statistik t-tes dengan rumus pendek.
Berdasarkan analisis data diperoleh nilai t sebesar 2,308. kemudian dikonsultasikan dengan t-tabel dengan derajat kebebasan N-1 = 19 dan dalam taraf signifikansi 5% diperoleh nilai sebesar 2,093. Jadi t-hitung lebih besar dari t-tabel yaitu 2,308 > 2,093. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan yang berarti antara latihan senam kesegaran jasmani usia sekolah dasar menggunakan frekuensi tiga kali dan empat kali dalam satu minggu. Karena ada perbedaan yang berarti, maka dapat diketahui program latihan mana yang lebih efektif, dengan cara uji perbandingan mean dari kedua kelompok tersebut. Dari hasil perhitungan diperoleh mean kelompok eksperimen I sebesar 15,1 lebih besar dari mean kelompok eksperimen II sebesar 14,2. Ini berarti bahwa pengaruh latihan senam kesegaran jasmani usia sekolah dasar yang melaksanakan dengan frekuensi empat kali dalam satu minggu lebih baik jika dibandingkan dengan pengaruh latihan senam kesegaran jasmani usia sekolah dasar yang dilaksanakan tiga kali dalam satu minggu.
Dari hasil penelitian ini maka disarankan untuk para guru pendidikan jasmani SD Negeri Gunungpati 4 dan SD Negeri Nongkosawit Kecamatan Gunungpati dapat menggunakan latihan senam kesegaran jasmani usia sekolah dengan frekuensi empat kali dalam satu minggu untuk meningkatkan kesegaran jasmani siswanya.

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN DENGAN HASIL TEMBAKAN BEBAS DALAM PERMAINAN BOLA BASKET : INA 90

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai dengan hasil tembakan bebas ?, 2) apakah ada hubungan kekuatan otot lengan dengan hasil tembakan bebas ?, 3) apakah ada hubungan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas ?, 4) apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas ?, 5) berapakah sumbangan relatif kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas ?
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) hubungan kekuatan otot tungkai dengan hasil tembakan bebas, 2) hubungan kekuatan otot lengan dengan hasil tembakan bebas, 3) hubungan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas, 4) hubungan kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas, 5) untuk mengetahui besarnya sumbangan relatif kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra ektrakurikuler bola basket SMA I Kendal. Teknik pengambilan sample dengan total sampling sebanyak 34 siswa. Ada dua variabel yaitu: variabel terikat dan variabel bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan alat pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran data dengan teknik korelasi. Selanjutnya untuk menganalisis data menggunakan teknik analisis regresi menggunakan SPSS 10.
Dari hasil pengukuran diketahui: 1) ada hubungan kekuatan otot tungkai dengan hasil tembakan bebas 2) ada hubungan kekuatan otot lengan dengan hasil tembakan bebas, 3) ada hubungan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas, 4) ada hubungan kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas, 5) sumbangan relatif untuk kekuatan otot tungkai 68,8 %, kekuatan otot lengan 74,0 % dan kelentukan pergelangan tangan 67,7 % dan ketiga variabel dengan hasil tembakan bebas sebesar 85.7 %.
Berdasarkan data penelitian, dapat disimpulkan bahwa: kekuatan otot lengan memberikan sumbangan yang lebih besar dibandingkan dengan kekuatan otot tungkai dan kelentukan pergelangan tangan pada siswa putra ekstrakurikuler SMA 1 Kendal tahun pelajaran 2004/2005. Untuk itu disarankan dalam melatih tembakan bebas hendaknya kekuatan otot lengan perlu dijadikan bahan pertimbangan dalam memberi porsi latihan lebih oleh pelatih selain penguasaan teknik. 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons