APAKAH ANDA?........

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apakah Anda merasa kesulitan dalam membuat Skripsi, Tesis, Disertasi, PTK, atau Karya Tulis Ilmiah. Sudah berapa banyak biaya dan waktu yang dikeluarkan?
Qasada Research Solution, menawarkan cara agar lebih mudah, lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Bagi Anda yang akan melakukan penelitian sendiri, kami menawarkan referensi jurnal ilmiah. Dengan modal Rp. 100.000,- Anda dapat memesan 10 referensi yang dikehendaki; suatu jumlah referensi yang memadai dalam suatu penelitian. Bagi Anda yang tidak sempat mengerjakan sendiri, kami siap membantunya khusus untuk penelitian bidang pendidikan, manajemen, dan kebijakan serta KTI Kebidanan.

Wassalam
matsahudi@yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tampilkan postingan dengan label KEBUGARAN JASMANI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEBUGARAN JASMANI. Tampilkan semua postingan

HUBUNGAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PRESTASI BELAJAR. INA05ANI

Kata Kunci : Kadar Hemoglobin, Prestasi Belajar
Keywords: Hemoglobin Concentration, Learning Achievement

Salah satu fungsi dari kadar hemoglobin dalam darah adalah menjaga kondisi kesehatan. Kadar hemoglobin yang cenderung normal akan memungkinkan seseorang mempunyai ketahanan dalam berkonsentrasi pada sesuatu hal, termasuk berkonsentrasi dalam belajar. Dengan demikian, kadar hemoglobin dalam darah mempunyai peran terhadap keberhasilan seseorang dalam belajar, yang tercermin dari prestasi belajarnya. Ada beberapa siswi yang mempunyai prestasi belajar rendah dan ada pula yang mempunyai prestasi belajar tinggi. Masalahnya adalah apakah ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan prestasi belajar siswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan prestasi belajar siswi SMP Negeri 25 Semarang tahun pelajaran 2004/2005.
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 25 Semarang, dengan populasi penelitian seluruh siswi sekolah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive, yang menghasilkan jumlah sampel sebanyak 48 siswi. Variabel bebas (X) penelitian adalah kadar hemoglobin darah, variabel terikat (Y) penelitian adalah prestasi belajar dan variabel penganggu dalam penelitian ini adalah bakat, minat dan motivasi, cara belajar, kesehatan, inteligensi, menstruasi, penyakit kronik, perdarahan kronis, keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Teknik pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan cara cyanmethemoglobin dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Spearman Rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin darah siswi adalah 12,27 gram %. Sebanyak 73% siswi mempunyai kadar hemoglobin darah yang normal, sedangkan 27% mengindikasikan anemia. Hasil analisis data dengan teknik Spearman Rank memperoleh koefisiensi korelasi sebesar +0,329. Pada taraf signifikansi 0,05 korelasi variabel kadar hemoglobin dengan prestasi belajar di dapat angka probabilitas 0,023. Oleh karena angka tersebut di bawah 0,05, maka Ho di tolak dan Ha di terima, artinya ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan prestasi belajar siswi SMP Negeri 25 Semarang. Tanda ‘+’ menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar hemoglobin(dalam batas normal) maka semakin tinggi prestasi belajar. Koefisien korelasi +0,329 menunjukkan kurang kuatnya korelasi antara kadar hemoglobin dengan prestasi belajar (di bawah 0,5).
Disarankan kepada sekolah hendaknya melakukan sosialisasi pentingnya kesehatan terutama menjaga agar kadar hemoglobin tetap tinggi melalui program-program UKS dan PMR di sekolah. Siswi hendaknya menjaga kondisi kesehatannya dengan jalan mengkonsumsi makanan sehat bergizi dan mengandung zat besi untuk menghindari anemia. Juga kepada orang tua siswi hendaknya berusaha selalu menghidangkan makanan sehat bergizi kepada putri-putrinya, terutama makanan yang mengandung zat besi.

HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DUDUK TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PENJAHIT KONVEKSI. INA05ita

Kata Kunci : Sikap kerja duduk, Produktivitas.
Keywords: Attitude of sitting, Productivity.

Dalam industri informasi, salah satu masalah yang sering terjadi adalah tidak adanya kesesuaian antara tempat duduk dan meja kerja dengan antropometri tenaga kerja. Apabila hal ini terjadi dengan sendirinya akan mempunyai pengaruh buruk terhadap tenaga kerja, antara lain timbulnya keluhan-keluhan akibat sikap duduk yang pada akhirnya dapat mengakibatkan turunnya produktivitas kerja. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja pada penjahit konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja pada penjahit konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti Semarang.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua penjahit yang bekerja pada industri konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti Semarang berjumlah 45 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dengan teknik purposive samping, dan dari 45 penjahit yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdapat 30 penjahit yang dapat dijadikan sampel karena telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu sikap kerja duduk sebagai variabel bebas dan produktivitas kerja sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan yang digunakan adalah teknik survei dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan pengukuran. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan uji chi square.
Berdasarkan uji statistik chi square diperoleh χ2hitung = 12,656 dengan probabilitas 0,000. Hal ini berarti nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari batas kesalahan yang ditetapkan yaitu 0,05. Dengan demikian maka hipotesis kerja diterima dan berarti pula bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja pada penjahit Panca Daya Sakti Semarang. Hasil analisis diperoleh pula koefisien kontingensi 0,545. Dengan demikian hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas termasuk kategori cukup kuat.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka penulis mengajukan saran-saran yaitu (1) Dengan adanya hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas, maka bagi para tenaga kerja hendaknya membiasakan sikap duduk yang baik agar terjadinya keluhan-keluhan pada bagian tubuh tertentu seperti pegal pada bahu, punggung, pinggang, leher, tangan dan kaki serta pada pantat, yang akhirnya akan menyebabkan menurunnya produktivitas kerja dapat dihindari; dan (2) Untuk penelitian lebih lanjut perlu dilakukan kajian pada variabel-variabel lain yang berhubungan dengan produktivitas kerja agar diperoleh informasi yang lebih lengkap tentang faktor-faktor yang menentukan tinggi rendahnya produktivitas kerja dengan sikap kerja duduk.

PERBANDINGAN PENGARUH FREKUENSI LATIHAN SENAM KESEGARAN JASMANI TERHADAP TINGKAT KESEGARAN JASMANI : INA 94


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui atau membuktikan pada program latihan senam kesegaran jasmani usia sekolah dasar manakah yang lebih efektif antara frekuensi tiga ali dan empat kali dalam satu minggu terhadap tingkat kesegaran jasmani. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri kelas VI SD Negeri Gunungpati 4 dan Nongkosawit Tahun Ajaran 2004/2005 sebanyak 40 siswa terdiri 28 siswa SD Negeri Gunungpati 4 dan 12 siswa SD Negeri Nongkosawit. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling yaitu seluruh populasi digunakan atau dipakai. Untuk analisis data menggunakan metode statistik dengan pola M-S (Matching by Subject Design) dengan rumus t-test.
Untuk mengetahui kondisi awal sampel diadakan tes pendahuluan dengan instrumen tes kesegaran jasmani untuk anak umur 10-12 tahun, yaitu untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani dari siswa putri tersebut. Dari hasil ini sampel dibagi menjadi dua kelompok eksperimen dengan perlakuan senam kesegaran jasmani usia SD menggunakan frekuensi empat kali dalam satu minggu dan kelompok kontrol dengan perlakuan senam kesegaran jasmani usia sekolah dasar menggunakan frekuensi tiga kali dalam satu minggu. Setelah mendapat perlakuan selama 5 minggu kemudian diadakan tes akhir dengan instrumen tes yang sama. Dari hasil ini kemudian diolah dengan analisis statistik t-tes dengan rumus pendek.
Berdasarkan analisis data diperoleh nilai t sebesar 2,308. kemudian dikonsultasikan dengan t-tabel dengan derajat kebebasan N-1 = 19 dan dalam taraf signifikansi 5% diperoleh nilai sebesar 2,093. Jadi t-hitung lebih besar dari t-tabel yaitu 2,308 > 2,093. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan yang berarti antara latihan senam kesegaran jasmani usia sekolah dasar menggunakan frekuensi tiga kali dan empat kali dalam satu minggu. Karena ada perbedaan yang berarti, maka dapat diketahui program latihan mana yang lebih efektif, dengan cara uji perbandingan mean dari kedua kelompok tersebut. Dari hasil perhitungan diperoleh mean kelompok eksperimen I sebesar 15,1 lebih besar dari mean kelompok eksperimen II sebesar 14,2. Ini berarti bahwa pengaruh latihan senam kesegaran jasmani usia sekolah dasar yang melaksanakan dengan frekuensi empat kali dalam satu minggu lebih baik jika dibandingkan dengan pengaruh latihan senam kesegaran jasmani usia sekolah dasar yang dilaksanakan tiga kali dalam satu minggu.
Dari hasil penelitian ini maka disarankan untuk para guru pendidikan jasmani SD Negeri Gunungpati 4 dan SD Negeri Nongkosawit Kecamatan Gunungpati dapat menggunakan latihan senam kesegaran jasmani usia sekolah dengan frekuensi empat kali dalam satu minggu untuk meningkatkan kesegaran jasmani siswanya.

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN DENGAN HASIL TEMBAKAN BEBAS DALAM PERMAINAN BOLA BASKET : INA 90

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai dengan hasil tembakan bebas ?, 2) apakah ada hubungan kekuatan otot lengan dengan hasil tembakan bebas ?, 3) apakah ada hubungan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas ?, 4) apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas ?, 5) berapakah sumbangan relatif kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas ?
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) hubungan kekuatan otot tungkai dengan hasil tembakan bebas, 2) hubungan kekuatan otot lengan dengan hasil tembakan bebas, 3) hubungan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas, 4) hubungan kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas, 5) untuk mengetahui besarnya sumbangan relatif kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra ektrakurikuler bola basket SMA I Kendal. Teknik pengambilan sample dengan total sampling sebanyak 34 siswa. Ada dua variabel yaitu: variabel terikat dan variabel bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan alat pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran data dengan teknik korelasi. Selanjutnya untuk menganalisis data menggunakan teknik analisis regresi menggunakan SPSS 10.
Dari hasil pengukuran diketahui: 1) ada hubungan kekuatan otot tungkai dengan hasil tembakan bebas 2) ada hubungan kekuatan otot lengan dengan hasil tembakan bebas, 3) ada hubungan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas, 4) ada hubungan kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas, 5) sumbangan relatif untuk kekuatan otot tungkai 68,8 %, kekuatan otot lengan 74,0 % dan kelentukan pergelangan tangan 67,7 % dan ketiga variabel dengan hasil tembakan bebas sebesar 85.7 %.
Berdasarkan data penelitian, dapat disimpulkan bahwa: kekuatan otot lengan memberikan sumbangan yang lebih besar dibandingkan dengan kekuatan otot tungkai dan kelentukan pergelangan tangan pada siswa putra ekstrakurikuler SMA 1 Kendal tahun pelajaran 2004/2005. Untuk itu disarankan dalam melatih tembakan bebas hendaknya kekuatan otot lengan perlu dijadikan bahan pertimbangan dalam memberi porsi latihan lebih oleh pelatih selain penguasaan teknik. 

PENGARUH LATIHAN JUMP SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN BOLA BASKET : INA 88

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah ada perbedaan pengaruh latihan jump shoot dari sisi kanan dan kiri pada posisi 150 terhadap hasil tembakan 2) Mana yang lebih baik antara latihan jump shoot dari sisi kanan dan kiri posisi 150 terhadap hasil tembakan pada siswa putra ekstrakurikuler bola basket SMA N I Bawang Banjarnegara tahun ajaran 2004/2005.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Perbedaan pengaruh latihan jump shoot dari sisi kanan dan kiri terhadap hasil tembakan 2) Apabila ditemukan ada perbedaan pengaruh dari kedua perlakuan maka akan diuji lanjut untuk mengetahui metode mana yang lebih baik terhadap hasil tembakan jump shoot.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra ekstrakurikuler bola basket SMA N I Bawang Banjarnegara tahun ajaran 2004/2005 yang berjumlah 30 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik total sampling.
Instrumen yang digunakan adalah tes tembakan jump shoot dari sisi kanan dan kiri posisi 150 pada jarak 15 feet. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik statistik dengan rumus t-test short method dengan derajat kebebasan (db) N-1 yaitu 14, dengan taraf signifikansi 5%.
Hasil perhitungan menunjukkan t-hitung 2,86 sedangkan t-tabel pada d.b. 14 dengan taraf signifikansi 5% diperoleh harga t-tabel 2,14. dengan t-hitung lebih besar dari t-tabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara latihan jump shoot dari sisi kanan dan sisi kiri posisi 150 terhadap hasil tembakan. Berdasarkan perhitungan mean kelompok eksperimen I = 2,67 lebih besar dari mean kelompok eksperimen II = 1,87. Karena Me1 > Me2, maka latihan jump shoot dari sisi kanan lebih baik dari pada latihan jump shoot dari sisi kiri posisi 150 terhadap hasil tembakan pada siswa putra ekstrakurikuler bola basket SMA N I Bawang Banjarnegara tahun pelajaran 2004/2005.
Disarankan kepada guru olahraga, pelatih, dan pemain bola basket putra ekstrakurikuler bola basket SMA N I Bawang Banjarnegara, dalam melakukan latihan tembakan jump shoot hendaknya dilakukan dari sisi kanan posisi 150. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan pembanding. 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons