APAKAH ANDA?........

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apakah Anda merasa kesulitan dalam membuat Skripsi, Tesis, Disertasi, PTK, atau Karya Tulis Ilmiah. Sudah berapa banyak biaya dan waktu yang dikeluarkan?
Qasada Research Solution, menawarkan cara agar lebih mudah, lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Bagi Anda yang akan melakukan penelitian sendiri, kami menawarkan referensi jurnal ilmiah. Dengan modal Rp. 100.000,- Anda dapat memesan 10 referensi yang dikehendaki; suatu jumlah referensi yang memadai dalam suatu penelitian. Bagi Anda yang tidak sempat mengerjakan sendiri, kami siap membantunya khusus untuk penelitian bidang pendidikan, manajemen, dan kebijakan serta KTI Kebidanan.

Wassalam
matsahudi@yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tampilkan postingan dengan label PECAHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PECAHAN. Tampilkan semua postingan

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) . INA771A

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran pecahan yang valid, praktis, dan efektif dengan  menggunakan PMR,  dan (2) menentukan alternatif langkah-langkah pembelajaran pecahan dengan PMR yang didasarkan pada aspek budaya lokal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan tipe prototypical studies yang dilaksanakan pada siswa SD. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, observasi, tes, dokumentasi, angket, dan wawancara. Kemudian, data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Temuan penelitian ini adalah, (1) hasil pengembangan perangkat pembelajaran pecahan yang menggunakan pendekatan PMR berupa buku siswa dan buku petunjuk guru memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, dan (2) aspek budaya lokal seperti rasa malu, takut salah, takut dikatakan ngae ngaon/ ngae aeng (unjuk muka) menghambat keterlaksanaan karakteristik PMR.  Alternatif langkah-langkah pembelajaran menggunakan PMR yang dapat mengakomodasi aspek budaya lokal tersebut adalah terdiri atas 4 langkah yaitu:  pengenalan,  eksplorasi,  pengembangan, dan  peringkasan.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA POKOK BAHASAN PECAHAN MELALUI DISKUSI KELOMPOK KECIL : INA 763

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman dari guru kelas yang telah 10 tahun mengampu di kelas IV SD Negeri Kadiluwih, kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasa pecahan nilainya sangat rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tes nilai formatif yang sangat tidak menggembirakan (tabel hal : 2). Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah melalui diskusi kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pokok bahasan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005. Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan diskusi kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pokok bahasan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005. Lokasi penelitian di SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang dengan subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih sebanyak 23 orang terdiri dari 14 putra dan 9 putri, seorang guru kelas IV SD Negeri Kadiluwih, dan seorang pengamat. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, analisis dan refleksi. Indikator keberhasilan adalah jika tercapai 6,5 dengan ketuntasan belajar 65 %.
Hasil penelitian secara global dapat dikatakan bahwa hasil siklus I adalah 6,0 dengan ketuntasan belajar 60 % sedangkan hasil dari siklus II adalah 7,1 dengan ketuntasan belajar 75 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui diskusi kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pokok bahasan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005.
Dengan demikian disarankan pembentukan diskusi kelompok kecil lebih ditingkatkan lagi untuk pembelajaran matematika khususnya pada pokok bahasan pecahan.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PECAHAN : INA 762


Selama ini, hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Sekaran 01 Kota Semarang pada kompetensi dasar bilangan pecahan masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai terendah individu yang hanya mencapai nilai 4 dan nilai rata-rata kelas hanya mencapai 6,5 serta ketuntasan belajar kelas kurang dari 70%, karena selama ini guru mengajar dengan pendekatan pembelajaran langsung. Sebagai solusinya, maka dilaksanakan pembelajaran berbasis masalah melalui penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan hasil belajar pecahan siswa. Sehingga permasalahan dalam penelitian ini adalah “apakah hasil belajar pecahan siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang dapat meningkat melalui pembelajaran berbasis masalah?”.
Adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pecahan siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang melalui pembelajaran berbasis masalah, dengan subyek penelitian meliputi siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang, guru kelas, dan pengamat. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terlaksana pada tanggal 3 dan 4 Februari 2005. Sedangkan siklus II berlangsung tanggal 11 dan 12 Februari 2005. Evaluasi siklus I dilaksanakan pada akhir pertemuan ke-2, yaitu pada tanggal 4 Februari 2005 dan evaluasi siklus II dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2005. Keaktifan siswa pada pertemuan ke-1 siklus I mencapai 56,25% dan pertemuan ke-2 mencapai 68, 25%. Kinerja guru selama pembelajaran berlangsung dengan sangat baik (77,1% pada pertemuan ke-1 dan 83,3% pada pertemuan ke-2).
Hasil evaluasi siklus I mencapai skor rata-rata 71,68 dengan ketuntasan hasil belajar 56,1%. Secara umum keaktifan siswa, kinerja guru, dan hasil evaluasi siklus II mengalami peningkatan. Keaktifan siswa pada pertemuan ke-1 dan ke-2, masing masing mencapai 72% dan 75%. Sedangkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis masalah mencapai 95,8% dan 97,9%. Hasil evaluasi siklus II mencapai skor rata-rata 76,61 dengan ketuntasan hasil belajar klasikal 75,61% sesuai tolok ukur keberhasilan yang ditentukan.
Dari penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar pecahan siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang tahun pelajaran 2004/2005 dapat ditingkatkan. Oleh sebab itu, hendaknya guru kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang menerapkan pembelajaran berbasis masalah dalam membelajarkan matematika, khususnya materi pecahan.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons