APAKAH ANDA?........

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apakah Anda merasa kesulitan dalam membuat Skripsi, Tesis, Disertasi, PTK, atau Karya Tulis Ilmiah. Sudah berapa banyak biaya dan waktu yang dikeluarkan?
Qasada Research Solution, menawarkan cara agar lebih mudah, lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Bagi Anda yang akan melakukan penelitian sendiri, kami menawarkan referensi jurnal ilmiah. Dengan modal Rp. 100.000,- Anda dapat memesan 10 referensi yang dikehendaki; suatu jumlah referensi yang memadai dalam suatu penelitian. Bagi Anda yang tidak sempat mengerjakan sendiri, kami siap membantunya khusus untuk penelitian bidang pendidikan, manajemen, dan kebijakan serta KTI Kebidanan.

Wassalam
matsahudi@yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN MATEMATIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN MATEMATIKA. Tampilkan semua postingan

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DENGAN METODE PQ4R . INA 494

Tujuan penelitian tindakan ini adalah : (1) menurunkan/mereduksi miskonsepsi yang dialami siswa, (2) meningkatkan hasil belajar siswa, (3) meningkatkan aktivitas belajar siswa, (4) meningkatkan kualitas pengajaran guru meliputi : (a) rencana pembelajaran dan (b) implementasi pembelajaran, dan (5) mengetahui tanggapan guru dan siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan.   Data penelitian dikumpulkan melalui pencatatan dokumen, observasi, angket, dan tes. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran generatif dengan metode P4QR dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Menurunkan miskonsepsi, meningkatkan hasil belajar, meningkatkan aktivitas belajar, dan meningkatkan kualitas pengajaran guru. Tanggapan guru dan siswa terhadap pembelajaran adalah positip.

PENGARUH MODEL TES TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN TINGKAT KESUKARAN TES . INA777A

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model tes terhadap motivasi belajar matematika dengan mempertimbangkan tingkat kesukaran tes, serta setelah dikendalikannya kovariabel inteligensi.  Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2 .
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan power test lebih tinggi daripada  pembelajaran dengan speed test. Lebih lanjut ditemukan bahwa terdapat interaksi antara model tes dengan tingkat kesukaran tes dalam pengaruhnya terhadap motivasi belajar matematika. Untuk tes kelompok sukar,  motivasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan power test lebih tinggi daripada motivasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan speed test, sebaliknya untuk kelompok tes mudah, motivasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan speed test lebih tinggi daripada motivasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan power test. 
Penelitian ini menyimpulkan bahwa model power test dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa. Agar diperoleh motivasi belajar yang lebih tinggi maka tingkat kesukaran tes harus dipertimbangkan.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN, KEAKTIFAN, DAN KETERAMPILAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL ARITMATIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN JUAL BELI. INA772

Sebagai seorang profesional, guru dituntut untuk melakukan pembelajaran secara efektif dan efisien..Penelitian ini mengupayakan peningkatan hasil belajar siswa dan kinerja guru  dengan metode pembelajaran transaksi jual beli.

Penelitian dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas 2 siklus.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan simulasi jual beli mampu meningkatkan hasil belajar dalam menyelesaikan soal aritmatika sosial, meningkatkan keaktifan, ketrampilan siswa dalam menghitung dan kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar. 

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) . INA771A

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran pecahan yang valid, praktis, dan efektif dengan  menggunakan PMR,  dan (2) menentukan alternatif langkah-langkah pembelajaran pecahan dengan PMR yang didasarkan pada aspek budaya lokal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan tipe prototypical studies yang dilaksanakan pada siswa SD. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, observasi, tes, dokumentasi, angket, dan wawancara. Kemudian, data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Temuan penelitian ini adalah, (1) hasil pengembangan perangkat pembelajaran pecahan yang menggunakan pendekatan PMR berupa buku siswa dan buku petunjuk guru memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, dan (2) aspek budaya lokal seperti rasa malu, takut salah, takut dikatakan ngae ngaon/ ngae aeng (unjuk muka) menghambat keterlaksanaan karakteristik PMR.  Alternatif langkah-langkah pembelajaran menggunakan PMR yang dapat mengakomodasi aspek budaya lokal tersebut adalah terdiri atas 4 langkah yaitu:  pengenalan,  eksplorasi,  pengembangan, dan  peringkasan.

JARINGAN SEMANTIK UNTUK MEMFASILITASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN KOMPUTER . INA770A

Jaringan semantik didefinisikan sebagai representasi dari pengetahuan yang memuat keterkaitan antar topik. Graf sangat tepat digunakan untuk menggambarkan jaringan semantik, yang topik-topiknya digambarkan sebagai titik-titik, dan hubungan antar topik digambarkan dengan sisi. Dalam pembelajaran matematika, siswa dapat menggunakan jaringan semantik sebagai peta pengetahuan yang ada dalam kurikulum. Selanjutnya, siswa dapat menggunakan peta tersebut untuk mengeksploitasi topik-topik dan menelusuri keterkaitan antartopik. Berbekal kompetensi yang telah dimiliki, siswa diberi peluang untuk menentukan tempat memulai pembelajaran dan mengatur sendiri urutan pembelajaran.  Fleksibilitas  jaringan semantik akan menghasilkan pembelajaran matematika berbantuan komputer yang mampu mengakomodasi perbedaan siswa secara individu. 

MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI LINGKARAN I DENGAN LATIHAN MANDIRI. INA767

Seiring dengan perkembangan sistem pendidikan di Indonesia seorang guru dituntut mampu mengembangkan wawasan serta kreatif. Sebagai fasilitator guru harus mampu berkreasi dalam menyampaikan materi pelajaran. Guru harus jeli terhadap kompetensi yang dimiliki anak didiknya, sehingga tidak terjadi salah arah dalam
mengembangkan potensi anak didiknya. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai fasilitator tersebut guru memiliki berbagai strategi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, baik dilaksanakan secara individu maupun dilaksanakan secara kelompok. Strategi mengajar tersebut merupakan suatu cara agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara maksimal. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan tidaklah semulus dengan apa yang telah direncanakan. Kenyataannya banyak siswa yang tidak dapat menguasai materi pelajaran, terutama mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat dilihat dari hasil Ujian Nasional. Dengan standar kelulusan 4,26 kebanyakan siswa tidak lulus karena nilai matematikanya kurang dari 4,26. Dari kenyataan tersebut penulis melakukan penelitian tindakan kelas yang mengembangkan suatu strategi mengajar dengan nama Latihan Mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan materi Lingkaran I sub pokok bahasan Keliling Lingkaran.
Prosedur penelitian tindakan kelas yang digunakan mengacu pada metodologi action research, yaitu (1) persiapan tindakan, (2) perencanaan, (3) implementasi tindakan, (4) pengamatan dan evaluasi, (5) refleksi, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Latihan mandiri merupakan suatu latihan soal dengan cara siswa membuat soal beserta penyelesaiannya setelah mendapat materi dari disertai dengan contoh dan cara menyelesaikannya.
Hasil latihan mandiri siklus 1 menunjukkan bahwa ketrampilan siswa dalam membuat soal beserta penyelesaiannya sebesar 84,62 %, dan hasil latihan pada siklus 2 ketrampilan siswa mencapai 92,86 %. Sedangkan rata-rata hasil tes siklus 1 = 6,35 dan rata-rata hasil tes siklus 2 = 7,60.Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa.

Dari penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa latihan mandiri dapat meningkatkan penguasaan materi Lingkaran I sub pokok bahasan Keliling Lingkaran bagi siswa kelas 2B SMP Islam Bawen Kabupaten Semarang. Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Perbanyak latihan agar siswa lebih mudah dalam menguasai materi,
perhatikan intensitas latihan mandiri agar siswa tidak mengalami kejenuhan,
guru harus trampil dalam mengatasi kesulitan belajar siswa.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN VOLUM BALOK DAN KUBUS DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TIGA DIMENSI. INA768

Pelajaran Matematika pada umumnya merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi siswa, karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran, hal ini berdampak pada nilai matematika tiap semester cenderung rendah yaitu 7. Sebenarnya pelajaran matematika bukanlah hal yang sulit dipelajari bila pemahaman dan penanaman konsepnya sudah dikuasai siswa. Tujuan Pembelajaran Volum Balok dan Kubus dengan menggunakan alat peraga tiga dimensi adalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dan dapat meningkatkan kinerja guru yang dapat dilihat dari observasi siswa dan observasi guru.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Metode Pemecahan Masalah merupakan tipe belajar yang paling tinggi tingkatannya dan kompleks dibanding dengan metode pembelajaran yang lain. Penggunaan metode ini siswa harus sudah memiliki persyaratan untuk menyelesaikan soal, siswa harus mampu menyelesaikan soal tersebut, siswa belum mempunyai alogaritma penyelesaian soal. Hasil penelitian yang diharapkan dari Pembelajaran Volum Balok dan Kubus dengan menggunakan alat peraga tiga dimensi yaitu bila minimal 85% siswa yang mengikuti pembelajaran tersebut mendapat nilai 75, keaktifan siswa yang didapat dari skor penilaian observasi siswa mendapat rata-rata skor minimal dan dapat meningkatkan keaktifan siswa 4 dan kinerja guru mendapat rata-rata skor minimal  4 yang didapat dari skor penilaian observasi guru.
Dari penelitian ini dapatlah disimpulkan bahwa Pembelajaran Volum Balok dan Kubus dengan menggunakan alat peraga tiga dimensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa (91,43%) dan dapat meningkatkan keaktifan siswa (skor penilaian rata rata = 5) serta dapat meningkatkan kinerja guru (skor rata-rata = 5). Oleh karena itu peneliti menyarankan khususnya untuk guru SD untuk lebih banyak menyiapkan atau menyediakan alat peraga tiga dimensi dalam membantu siswa pada Pembelajaran Volum Balok dan Kubus.

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PEMECAHAN MASALAH KONTEKSTUAL TERBUKA . INA497

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kompetensi berpikir kreatif belajar Matematika siswa, (2) meningkatkan hasil belajar Matematika siswa terhadap konsep-konsep Matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA1  Tahun Pelajaran 2005/2006 sebanyak 35 orang. Data mengenai kompetensi berpikir kreatif belajar siswa dikumpulkan dengan metode pengamatan terhadap masalah yang dikerjakan dan data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan metode tes pilihan ganda disertakan proses pengerjaannya. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terjadi peningkatan kompetensi berpikir kreatif belajar siswa sebesar 24%, yaitu dari skor rerata 55% dengan kategori rendah menjadi skor rerata 79% termasuk kategori sedang, (2) terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 5.40 yaitu dari skor rerata sebesar 69.40 menjadi 74.80 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 15 %, yaitu dari skor rerata 71% menjadi 86%).

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN BANGUN DATAR SEBAGAI IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING : INA 764


Hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Wates pada pokok bahasan bangun datar pada tahun ajaran 2003/2004 setelah dianalisis mempunyai hasi yang rendah, hal ini diduga karena pendekatan pembelajaran pada saat itu belum tepat, maka dalam penelitian kelas ini digunakan pendekatan pembelajaran Contex tual Teaching and Learning (CTL) yang menekankan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun permasalahan yang akan dibahas adalah apakah pembelajaran matematika dengan pendekatan CTL pada pokok bahasan bangun datar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Wates? Sedangkan tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan bangun datar dengan pendekatan CTL. Lokasi penelitian dilakukan di SD Negeri Wates Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Wates, guru kelas V SD Negeri Wates dan pengamat. Penelitian dibagi menjadi 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sedangkan indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini tercapai apabila siswa mempunyai nilai rata-rata kelas minimal 6,5 dan ketuntasan belajar kelas diatas 75%. Pada siklus I siswa mencapai nilai rata-rata kelas minimal 6,27, sedangkan ketuntasan belajarnya adalah 50 %. Siklus II mencapai nilai rata-rata kelas 7,2 dan ketuntasan belajarnya adalah 78,5%.
Berdasarkan hasil belajar siswa diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Wates pada pokok bahasan bangun datar, sehingga disarankan agar dalam mengajar pada pokok bahasan bangun datar guru seyogyanya menggunakan pendekatan CTL

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA POKOK BAHASAN PECAHAN MELALUI DISKUSI KELOMPOK KECIL : INA 763

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman dari guru kelas yang telah 10 tahun mengampu di kelas IV SD Negeri Kadiluwih, kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasa pecahan nilainya sangat rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tes nilai formatif yang sangat tidak menggembirakan (tabel hal : 2). Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah melalui diskusi kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pokok bahasan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005. Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan diskusi kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pokok bahasan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005. Lokasi penelitian di SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang dengan subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih sebanyak 23 orang terdiri dari 14 putra dan 9 putri, seorang guru kelas IV SD Negeri Kadiluwih, dan seorang pengamat. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, analisis dan refleksi. Indikator keberhasilan adalah jika tercapai 6,5 dengan ketuntasan belajar 65 %.
Hasil penelitian secara global dapat dikatakan bahwa hasil siklus I adalah 6,0 dengan ketuntasan belajar 60 % sedangkan hasil dari siklus II adalah 7,1 dengan ketuntasan belajar 75 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui diskusi kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pokok bahasan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Kadiluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005.
Dengan demikian disarankan pembentukan diskusi kelompok kecil lebih ditingkatkan lagi untuk pembelajaran matematika khususnya pada pokok bahasan pecahan.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PECAHAN : INA 762


Selama ini, hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Sekaran 01 Kota Semarang pada kompetensi dasar bilangan pecahan masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai terendah individu yang hanya mencapai nilai 4 dan nilai rata-rata kelas hanya mencapai 6,5 serta ketuntasan belajar kelas kurang dari 70%, karena selama ini guru mengajar dengan pendekatan pembelajaran langsung. Sebagai solusinya, maka dilaksanakan pembelajaran berbasis masalah melalui penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan hasil belajar pecahan siswa. Sehingga permasalahan dalam penelitian ini adalah “apakah hasil belajar pecahan siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang dapat meningkat melalui pembelajaran berbasis masalah?”.
Adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pecahan siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang melalui pembelajaran berbasis masalah, dengan subyek penelitian meliputi siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang, guru kelas, dan pengamat. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terlaksana pada tanggal 3 dan 4 Februari 2005. Sedangkan siklus II berlangsung tanggal 11 dan 12 Februari 2005. Evaluasi siklus I dilaksanakan pada akhir pertemuan ke-2, yaitu pada tanggal 4 Februari 2005 dan evaluasi siklus II dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2005. Keaktifan siswa pada pertemuan ke-1 siklus I mencapai 56,25% dan pertemuan ke-2 mencapai 68, 25%. Kinerja guru selama pembelajaran berlangsung dengan sangat baik (77,1% pada pertemuan ke-1 dan 83,3% pada pertemuan ke-2).
Hasil evaluasi siklus I mencapai skor rata-rata 71,68 dengan ketuntasan hasil belajar 56,1%. Secara umum keaktifan siswa, kinerja guru, dan hasil evaluasi siklus II mengalami peningkatan. Keaktifan siswa pada pertemuan ke-1 dan ke-2, masing masing mencapai 72% dan 75%. Sedangkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis masalah mencapai 95,8% dan 97,9%. Hasil evaluasi siklus II mencapai skor rata-rata 76,61 dengan ketuntasan hasil belajar klasikal 75,61% sesuai tolok ukur keberhasilan yang ditentukan.
Dari penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar pecahan siswa kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang tahun pelajaran 2004/2005 dapat ditingkatkan. Oleh sebab itu, hendaknya guru kelas IV SD Sekaran 01 kota Semarang menerapkan pembelajaran berbasis masalah dalam membelajarkan matematika, khususnya materi pecahan.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons