APAKAH ANDA?........

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apakah Anda merasa kesulitan dalam membuat Skripsi, Tesis, Disertasi, PTK, atau Karya Tulis Ilmiah. Sudah berapa banyak biaya dan waktu yang dikeluarkan?
Qasada Research Solution, menawarkan cara agar lebih mudah, lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Bagi Anda yang akan melakukan penelitian sendiri, kami menawarkan referensi jurnal ilmiah. Dengan modal Rp. 100.000,- Anda dapat memesan 10 referensi yang dikehendaki; suatu jumlah referensi yang memadai dalam suatu penelitian. Bagi Anda yang tidak sempat mengerjakan sendiri, kami siap membantunya khusus untuk penelitian bidang pendidikan, manajemen, dan kebijakan serta KTI Kebidanan.

Wassalam
matsahudi@yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tampilkan postingan dengan label SASTRA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SASTRA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

MALE FEMINIS DAN KONTRA MALE FEMINIS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI. INA156

Kata kunci : Feminis, male feminis dan kontra male feminis.

Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari merupakan salah satu novel yang menceritakan perjalanan tokoh perempuan (Srintil) yang dipengaruhi oleh tokoh laki-laki. Dalam kehidupannya Srintil bertemu dengan tokoh penyelamat (male feminis) dan tokoh penghambat (kontra male feminis).
Rumusan masalah yang diangkat dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana peran male feminis dan kontra male feminis dalam novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari?, (2) Faktor-faktor apa yang menyebabkan munculnya male feminis dan kontra male feminis dalam novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari?
Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif karena analisis ini berangkat dari teks. Sumber data ini adalah semua perilaku tokoh yang pro feminis (male feminis) dan kontra male feminis dalam teks novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang berkaitan dengan peran male feminis dan kontra male feminis. Teknik analisis data yang dipergunakan untuk mengelompokkan perilaku tokoh laki-laki yang berhubungan dengan peran tokoh utama, kemudian diterapkan dalam model aktan (peran tokoh) menurut Claude Bremond untuk mengetahui peran masing-masing tokoh sebagai male feminis dan kontra male feminis.
Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa laki-laki ada yang menghargai perempuan dan juga ada yang tidak menghormati perempuan. Peran male feminis dan kontra male feminis ini pada intinya menggambarkan perilaku yang menghargai sosok perempuan dan perilaku yang tidak menghargai perempuan. Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya male feminis adalah faktor kultur kesenian tradisional dan kontra male feminis itu meliputi faktor ekonomi, faktor seksualitas dalam kultur masyarakat Jawa.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan dapat menjadi jembatan bagi munculnya penelitian baru. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah wawasan dalam dunia apresiasi sastra Indonesia.

TOKOH UTAMA WANITA, DALAM PANDANGAN GENDER PADA NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO. INA05HE

Kata Kunci: Tokoh Utama, Gender, Novel.
Keywords: People of the President, Gender, Novels.

Perkembangan masyarakat yang terus bergerak maju dan pandangan tentang wanita mengalami perubahan-perubahan. Wanita di jaman sekarang ini mulai dipandang sebagai subjek dan bukan lagi sebagai objek. Masalah yang berhubungan dengan wanita terkait dengan gender, yang menyangkut hak, kewajiban, dan tanggung jawab. Pria maupun wanita mempunyai martabat yang sama, keduanya memiliki nilai kemanusiaan yang layak untuk dihargai dan dihormati demi mewujudkan kesetaraan dalam sistem hubungan laki-laki dan perempuan dalam perspektif gender. Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang digunakan sastrawan sebagai sarana mengangkat masalah dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga dalam mengangkat masalah yang berhubungan dengan wanita, novel dijadikan sarana yang baik, karena mudah dipahami oleh pembaca. Hal ini yang menjadi salah satu alasan pemilihan novel sebagai objek penelitian.
Salah satu novel yang bermuatan gender adalah novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto. Novel tersebut adalah gambaran nyata kaum perempuan yang diperlakukan tidak adil dalam masalah kesetaraan gender.
Berdasarkan hal tersebut di atas masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimanakah watak tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto, bagaimanakah jenis gender tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto, dan bagaimanakah ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto.
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah mengungkapkan watak tokoh utama wanita, mengungkap jenis gender, dan mengungkap ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan watak tokoh utama wanita dan teori gender digunakan untuk mengungkap jenis gender dan ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto.
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diketahui bahwa Sumirah merupakan tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto. Penggambaran watak tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto menggunakan metode analitik dan dramatik. Tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto memiliki sifat mudah tergoda atau dirayu, tidak mudah melupakan kebaikan orang lain, pasrah, menghargai orang lain, tidak ingin orang lain sedih atau khawatir, takut menyinggung perasaan orang lain, dan pekerja keras.
Jenis gender yang terlihat dari tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto yakni 1) gender difference.2) gender gap. 3) genderization. 4) gender identity.
Ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama wanita novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Parnoto yakni. 1) Ketidakadilan gender yang berupa stereotip perempuan, 2) Ketidakadilan gender yang berupa marginalisasi perempuan, 3) Ketidakadilan gender yang berupa kekerasan terhadap perempuan, dan 4) ketidakadilan gender yang berupa subordinasi pekerjaan perempuan.
Saran yang ingin disampaikan adalah agar novel ini menjadi bacaan wajib bagi para perempuan karena di dalamnya banyak mengandung bentuk-bentuk ketidakadilan gender, diharapkan kaum perempuan dapat membawa aspirasi pembelaan kaum perempuan dalam persamaan gender. Dalam dunia sastra dan pendidikan, diharapkan novel ini menjadi acuan dalam berapresiasi dan berperilaku karena didalamnya benyak mengajarkan tentang kemanusiaan, yaitu dalam wujud pembelaan persamaan gender antara laki-laki dan perempuan yang sangat berguna bagi pengetahuan dan pendidikan.

PANDANGAN DUNIA PENGARANG DALAM NOVEL TRILOGI: JENDELA-JENDELA, PINTU, DAN ATAP KARYA FIRA BASUKI. INA05SUCI

Karya sastra merupakan refleksi zaman yang mewakili pandangan dunia pengarang, tidak sebagai individu melainkan anggota masyarakat atau kelompok sosial tertentu. Pandangan dunia pengarang merupakan interaksi dari pandangan pengarang dengan kelompok sosial masyarakat di sekitar pengarang. Novel trilogi
Jendela-jendela, Pintu dan Atap adalah karya sastra yang membawa nilai-nilai sosial budaya dan kehidupan sosial yang biasa terjadi dalam masyarakat. Hal tersebut digambarkan dengan masalah yang dihadapi tokoh utama sebagai tokoh problematik dan solusi yang ditawarkan pengarang melalui pandangannya, karena karya sastra merupakan cermin kehidupan masyarakat. Berdasarkan hal inilah peneliti tertarik untuk mengkajinya lebih lanjut.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah konteks sosial novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap, (2) bagaimanakah latar belakang kehidupan sosial budaya pengarang novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap, dan (3) bagaimanakah pandangan dunia pengarang yang terefleksi dalam novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap. Berkaitan dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konteks sosial novel, latar belakang kehidupan sosial budaya pengarang yang turut mengkondisikan karya sastra saat diciptakan oleh pengarang, dan pandangan dunia pengarang yang terefleksi dalam novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap.
Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan teori strukturalisme genetik dari Lucien Goldmann. Sasaran penelitian ini adalah konteks sosial yang terdapat dalam novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap, pengaruh latar belakang kehidupan sosial budaya pengarang yang turut mengkondisikan karya sastra saat diciptakan oleh pengarang, dan pandangan dunia pengarang yang terefleksi dalam novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap. Sumber data penelitian ini adalah novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model dialektik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap memiliki tokoh utama sebagai tokoh problematik bernama June Larasati Subagio (June) dan Djati Suryo Wibowo Subagio (Bowo), memiliki latar cerita di Indonesia, Amerika Serikat dan Singapura. Adapun tema cerita novel trilogi tersebut adalah kehidupan sosial dalam masyarakat yang meliputi kehidupan sosial masa sekolah, masa pekerjaan, dalam rumah tangga, ekonomi dan budaya. Masalah-masalah yang terdapat dalam novel trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki mempunyai hubungan yang erat dengan latar belakang kehidupan sosial budaya pengarang saat novel tersebut diciptakan oleh pengarang. Dari analisis diatas diperoleh, pandangan dunia pengarang tentang perselingkuhan, ekonomi, budaya, dan politik serta berupa solusi-solusi atas permasalahan yang dihadapi June dan Bowo, sebagai tokoh problematik. Masalah perselingkuhan tidak harus diselesaikan dengan perpisahan atau perceraian. Yang terpenting adalah komunikasi yang baik, adanya saling pengertian, tidak melakukan kesalahan yang sama. Perselingkuhan kadang terjadi bukan karena keinginan diri sendiri, namun ada faktor-faktor lain, seperti kesibukan suami sehingga isteri merasa kesepian, trauma karena keguguran dan adanya peluang sehingga perselingkuhan terjadi.
Berdasarkan temuan tersebut, saran yang penulis sampaikan adalah agar para mahasiswa dapat melakukan penelitian lanjutan dari unsur dan pendekatan yang berbeda untuk menambah pengetahuan dan keanekaragaman penelitian sastra.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons